Puluhan warga Desa Rowobelnag harus dilarikan ke RSUD Kalisari Batang, diduga akibat keracunan PMT. ( Foto : FB/Trie )
BATANG, OMNI PUBLIKA – Duka dan kepanikan melanda Dukuh Rowosuko, Desa Rowobelang, Kabupaten Batang. Puluhan warga yang didominasi oleh lansia dan balita harus dilarikan secara bergelombang ke IGD RSUD Kalisari Batang pada Selasa (22/9) pagi setelah mengalami gejala keracunan massal secara mendadak.
Para korban mengeluhkan gejala serupa, mulai dari pusing hebat, mual, muntah, hingga diare akut. Setelah ditelusuri, seluruh korban diketahui sempat menyantap paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dibagikan oleh kader posyandu setempat pada Senin sore. Paket makanan tersebut berisi bubur kacang hijau, roti tawar, dan tahu bacem.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dari tim medis RSUD Kalisari, dugaan sementara menunjukkan bahwa keracunan disebabkan oleh kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) pada salah satu menu makanan yang dikonsumsi warga.
Program pembagian PMT tersebut sedianya dijadwalkan berlangsung pada Senin pagi. Namun, jadwal terpaksa diundur hingga sore hari lantaran adanya salah satu warga desa yang meninggal dunia.
Diduga, jeda waktu yang cukup lama antara penyajian dan penundaan konsumsi membuat kondisi makanan memburuk serta menjadi media tumbuh kembang bakteri. Tak lama setelah menyantap hidangan tersebut pada sore harinya, kondisi fisik para penerima manfaat mulai drop hingga akhirnya bertumbangan dan harus mendapatkan perawatan medis darurat hingga Selasa siang.
Saat ini, pihak kepolisian telah turun tangan untuk menyelidiki kasus ini. Barang bukti berupa sisa bubur kacang hijau, roti tawar, dan tahu bacem telah diamankan untuk menjalani uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti dari insiden tragis ini.


