BATANG, OMNI PUBLIKA – Di balik gemuruh air terjun eksotis yang membelah batuan alam Desa Gombong, tersimpan potensi pariwisata yang tak hanya memanjakan mata, tetapi juga menggetarkan jiwa. Indonesia memang kaya akan bentang alam dan warisan tradisi, namun Curug Gombong di Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, membuktikan satu hal: kombinasi pariwisata alam dan Public Relations (PR) berbasis budaya lokal mampu melahirkan daya pikat yang tiada tanding!
Eksotisme Curug Wadon dan Curug Lanang
Curug Gombong menawarkan lanskap alam yang memukau dengan udara sejuk nan asri. Keunikannya terletak pada dua tingkatan air terjun utama:
- Curug Wadon: Terletak di bagian atas, memancarkan pesona keanggunan yang penuh misteri.
- Curug Lanang: Terletak di bagian bawah, menyajikan aliran air yang gagah mengalir di antara celah bebatuan.
Keindahan alami inilah yang menjadi modal utama pengembangan destinasi wisata unggulan di Kabupaten Batang. Namun, estetika visual saja tidaklah cukup tanpa sentuhan kisah dan identitas budaya.
Lahirnya Tari Sri Gombong: Dari Cerita Rakyat Jadi Ikon Budaya
Eksotisme Curug Wadon menginspirasi lahirnya Tari Sri Gombong, sebuah mahakarya yang diciptakan oleh Bapak Abdul Azis, S.Pd. (guru Seni Budaya SMP Negeri 1 Pecalungan).
Filosofi & Legenda
Tari ini menggambarkan kecantikan sosok putri kerajaan gaib yang dipercaya masyarakat setempat mendiami kawasan Curug Gombong. Nama Sri Gombong menjadi simbol keindahan, kelembutan, kecantikan, sekaligus daya pikat yang tiada tara.

Jejak Evolusi Karya
- 2022 (Awal Tercipta): Berpijak pada dasar gerak tari gaya Surakarta putri yang dikreasikan dengan keunikan lokal.
- Penataan Ulang (Mas Yok Greget – Semarang): Gerakan dipoles agar lebih variatif, dinamis, dan kental akan kesan eksotis.
- Komposisi Musik (Canadian Mahendra & Tim): Iringan musik dirancang khusus untuk memperkuat atmosfer mistis dan megah.
- Resmi Jadi Ikon Budaya: Atas dukungan penuh Bapak Drs. Bambang Santoso (Kepala SMPN 1 Pecalungan) dan Bapak Adhi Bhaskoro, S.STP., M.Si. (Camat Pecalungan), tarian ini resmi disahkan sebagai Icon Budaya Kecamatan Pecalungan.
Dari FLS2N hingga Gelar Tari Jateng
Tari Sri Gombong bukan sekadar tarian seremoni, melainkan senjata komunikasi Public Relations yang sangat efektif untuk memperkenalkan Curug Gombong ke khalayak luas antara lain dengan penampilan diberbagai kegiatan diantaranya :
- Tahun 2022 Festival & Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N)
- Tahun 2025 Pentas Kliwonan Disdikbud Kabupaten Batang
- Tahun 2025 Gombong Culture Festival
- Tahun 2026 Gelar Tari Jawa Tengah
Setiap pertunjukan seni ini berfungsi sebagai media promosi autentik yang memberikan pengalaman langsung (experiential marketing) kepada audiens, menggabungkan narasi cerita rakyat dengan daya tarik destinasi alam.
Strategi PR Berbasis Budaya Lokal: Taktik Modern & Kolaborasi
Penerapan PR berbasis kearifan lokal mengintegrasikan seni tradisional dengan media modern untuk menciptakan daya jangkau yang masif:
- Video Storytelling di Media Sosial: Mengemas kisah mistis nan anggun Sri Gombong ke dalam format konten kreatif di Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook guna memikat generasi muda.
- Event & Festival Budaya: Menggelar pertunjukan seni secara berkala di area objek wisata untuk mendatangkan traffic wisatawan secara konsisten.
- Sinergi Multi-Pihak: Menggalang kolaborasi harmonis antara pengelola wisata, pemerintah daerah, media, influencer, dan komunitas seni lokal.
Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan Ekonomi
Strategi PR berbasis budaya ini terbukti membawa multiplier effect bagi masyarakat sekitar seperti dari Sektor Seni & Budaya embawa dampak posistif Pelaku seni mendapatkan panggung berkarya dan kebudayaan lokal tetap lestari di eranya. Sementara itu dari sektor Ekonomi Lokal berdampak pada UMKM dan warga sekitar merasakan pertumbuhan ekonomi seiring meningkatnya angka kunjungan wisata dan juga dari segi Hubungan Masyarakat akan menciptakan sinergi harmonis antara pemerintah, pengelola, pelaku seni, dan warga lokal.
Sinergi antara keindahan pesona alam Curug Gombong dan nilai magis Tari Sri Gombong membuktikan bahwa strategi Public Relations berbasis kearifan lokal adalah kunci sukses membangun citra destinasi yang autentik, unik, dan berkelanjutan. Dengan menjadikan seni tradisional sebagai wajah promosi, Curug Gombong siap berdiri gagah sebagai salah satu destinasi wisata unggulan kebanggaan Kabupaten Batang!
Sumber : Susi (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Selamat Sri Batang )














