BATANG, OMNI PUBLIKA – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh kader muda Nahdlatul Ulama dari Kecamatan Pecalungan. Grup Rebana Berkahing Gusti milik Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Pecalungan berhasil menyabet Juara 1 Lomba Rebana Tingkat Kabupaten Batang dalam ajang Wonotunggal Expo 2026, Sabtu (29/8/2026).
Kemenangan ini disambut riuh dan penuh rasa bangga oleh seluruh jajaran pengurus serta anggota PAC Fatayat NU Kecamatan Pecalungan. Apresiasi dan ucapan selamat pun mengalir hangat dari Ketua PAC Fatayat NU Pecalungan, Sahabat Marhamah, S.Pd.
“Selamat kepada para Sahabat semua, grup Rebana Berkahing Gusti yang sudah meraih Juara 1 pada Lomba Rebana Tingkat Kabupaten Batang di pagelaran Wonotunggal Expo,” ujar Sahabat Marhamah bangga.
Wonotunggal Expo 2026 Wadah Seni, Budaya, dan Ekonomi Kreatif
Gelaran Wonotunggal Expo dan Pagelaran Seni Sanggar Merti Desa 2026 resmi dibuka dan diselenggarakan selama tiga hari, mulai tanggal 28 hingga 30 Agustus 2026, bertempat di RTH Alun-alun Wonotunggal, Kabupaten Batang.
Mengusung tema “Senandung Karya Muda”, gelaran ini kembali membuktikan perannya sebagai wadah sekaligus penggerak roda perekonomian warga lokal. Ajang ini menghadirkan sedikitnya 50 stan UMKM dan desa guna memperluas pangsa pasar produk unggulan daerah.
Ketua Panitia Wonotunggal Expo 2026, Nanang Kharisman, menyampaikan bahwa perhelatan tahun ini memprioritaskan potensi lokal dari 15 desa agar semakin dikenal luas oleh konsumen dan masyarakat umum.
“Banyak produk-produk lokal desa yang kami suguhkan yang tersebar di 15 stan, selain stan UMKM yang juga menjadi daya tarik pengunjung,” ungkap Nanang.
Tak hanya memamerkan produk UMKM unggulan, pesta rakyat ini juga menyuguhkan panggung ekspresi bagi para pelaku seni. “Para pelaku seni, baik tari, musik, maupun pertunjukan, kami beri ruang untuk berekspresi seluas mungkin,” tambahnya.
Kolaborasi Seni dan Dorongan Ekonomi Daerah
Penggagas Sanggar Merti Desa, Tatik Setyaningsih (yang akrab disapa Tacik), membeberkan pertumbuhan positif dari pameran budaya dan ekonomi ini. Pada penyelenggaraan tahun 2025 lalu, perputaran ekonomi dalam ajang ini berhasil menyentuh angka omset hingga Rp500 juta.
Melihat antusiasme masyarakat yang terus meningkat, panitia menargetkan capaian omset tahun 2026 ini mampu melampaui hasil tahun lalu.
“Semoga bisa lebih dari Rp500 juta karena tahun ini tidak hanya produk lokal dan UMKM saja, tapi kami berkolaborasi dengan pertunjukan seni dari para seniman, termasuk anak didik dari Sanggar Merti Desa,” terang Tacik.
Ajang yang semula diinisiasi Tacik sebagai Pagelaran Seni Sanggar Merti Desa ini terus bertransformasi hingga berkembang pesat menjadi Wonotunggal Expo. Kini, ajang tersebut tidak hanya memperkuat identitas budaya lokal, namun juga sukses menggerakkan potensi ekonomi kreatif di Kabupaten Batang.












