banner 728x250

Jemput Bola hingga ke Dapur! Ini Cara Mahasiswa Untidar Legalkan 8 UMKM di Magelang

Mahasiswa Untidar menyerahkan Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada salah satu pelaku UMKM mitra program Sustainova BEM Fakultas Ekonomi Universitas Tidar di Pasanggrahan, Grabag Magelang.

Proses pendampingan pendaftaran akun OSS kepada salah satu pelaku UMKM saat kunjungan dari rumah ke rumah di Dusun Pasanggrahan, Grabag Magelang. ( Foto : Dok Omni Publika/Dimas)

MAGELANG, OMNI PUBLIKA – Langkah kaki sejumlah mahasiswa membelah jalanan Dusun Pasanggrahan, Desa Tirto, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Di tangan mereka, bukan sekadar buku catatan kuliah yang dibawa, melainkan komitmen untuk mengubah nasib pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Melalui program kerja pengabdian masyarakat bernama Sustainova, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Universitas Tidar (Untidar) merajut aksi nyata dari 11 Juli hingga 16 Agustus 2026. Hasilnya manis: sebanyak 8 UMKM yang tadinya berjalan tanpa izin kini resmi mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB). Total 11 dari 11 UMKM mitra Sustainova di dusun tersebut kini telah berlegalitas 100%.

Mengetuk Pintu, Mengurai Kendala

Sebelum aksi jemput bola ini digelar, sekitar 79% UMKM mitra di Dusun Pasanggrahan belum tersentuh legalitas. Dari 11 usaha—mulai dari kuliner, kerajinan, jasa, hingga perdagangan—baru tiga yang mengantongi NIB. Sebagian besar merupakan usaha rumahan yang pengelolanya disibukkan oleh rutinitas harian.

Sadar akan keterbatasan waktu para pemilik usaha, Tim Sustainova enggan memakai metode konvensional. Dibandingkan mengumpulkan warga dalam forum sosialisasi formal yang berpotensi menyita waktu kerja mereka, mahasiswa memilih strategi door-to-door.

Pendampingan dari rumah ke rumah dipilih karena sebagian besar pelaku UMKM sulit meninggalkan aktivitas usahanya. Ada yang harus mempersiapkan produksi sejak pagi, melayani pelanggan, hingga menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.

Menembus Kendala Sinyal dan Gagap Digital

Proses pendaftaran Online Single Submission (OSS) tidak semudah membalikkan telapak tangan. Mahasiswa harus membimbing warga mulai dari pembuatan akun, pengisian data, hingga pemilihan Klasifikasi KBLI. Berbagai tantangan di lapangan pun bermunculan:

  • Sinyal Terbatas: Jaringan internet di beberapa titik wilayah kerap tidak stabil.
  • Administrasi: Adanya ketidaksesuaian data kependudukan pemilik usaha.
  • Literasi Digital: Pelaku usaha belum terbiasa mengoperasikan perangkat pintar dan mengunggah dokumen.
Penyerahan NIB kepada salah satu pelaku UMKM

Tak patah arang, mahasiswa kembali berkunjung berulang kali ke rumah warga hingga seluruh tahapan pendaftaran tuntas sepenuhnya.

Langkah Awal Menuju Kelas yang Lebih Tinggi

Bagi para pelaku usaha, hadirnya legalitas ini membawa angin segar. Ibu Kiptiyah, salah satu pemilik usaha jajanan pasar setempat, mengungkapkan rasa syukurnya.

“Ini menjadikan usaha saya semakin dipercaya karena sudah terdaftar dan memiliki NIB. Semoga bisa bermanfaat untuk perkembangan usaha saya. Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Tim Sustainova BEM FE Untidar,” tuturnya.

Ketua Sustainova, Septinuralya, menegaskan bahwa kepemilikan NIB merupakan fondasi awal agar UMKM diakui secara resmi, semakin dipercaya konsumen, dan membuka akses pembinaan hingga pembiayaan formal.

“Pendampingan  dilakukan untuk membantu UMKM memiliki usaha yang lebih terpercaya dan diakui secara resmi dan selain itu kepemilikan NIB menjadi salah satu langkah awal bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kepercayaan terhadap usaha yang mereka jalankan” katanya.

Septinurlaya juga menyampaikan harapannya “Untuk kedepan setelah memiliki legalitas usaha, UMKM diharapkan dapat terus berkembang dan mendatangkan lebih banyak konsumen,” ujar Septinuralya.

Pendampingan yang dimulai dari mengetuk pintu satu per satu ini membuktikan bahwa keberadaan akademisi di tengah masyarakat mampu menjadi jembatan nyata bagi kemajuan ekonomi desa.

 

Sumber : Dimas Alfareza ( Mahasiswa Untidar )

Penulis: RedaksiEditor: Omni Publika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *