PEKALONGAN, OMNI PUBLIKA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Perguruan Silat Tadjimalela Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.
Kontingen UIN Sunan Gunung Djati Bandung berhasil meraih Juara I Seni Ganda Putri (Hesti Mulyanti Ashfia N & Reisya Fauziah) dan Juara II Seni Tunggal Putra ( Gunawan Gustandi) dalam ajang PORSI JAWARA II Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Fakultas Syariah UIN K.H. Abdurrahman Wahid, Pekalongan, pada 9–13 September 2026.
PORSI JAWARA II 2026 mempertandingkan tiga bidang kompetisi, yakni cabang olahraga, seni, dan ilmiah. Pada cabang olahraga, khususnya pencak silat, kontingen UIN Sunan Gunung Djati Bandung berhasil membawa pulang dua medali emas dan satu medali perak. Capaian tersebut menjadi salah satu prestasi terbaik yang diraih para atlet dalam kompetisi tingkat nasional.
Persiapan Singkat, Latihan Intensif
Ketua UKM Perguruan Silat Tadjimalela Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Bandung sekaligus Official Atlet, Fauzan Ramqobuseul, atau yang akrab disapa Ojan, mengatakan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras, konsistensi, dan komitmen para atlet serta pelatih.
Menurutnya, tantangan tersendiri muncul karena waktu persiapan menuju kompetisi relatif singkat. Para atlet hanya memiliki waktu sekitar satu setengah bulan untuk mempersiapkan diri.
“Persiapan kami hanya sebulan setengah, tetapi latihan difokuskan pada kebenaran gerak, kejelasan serangan, ketegasan, serta kemantapan dari setiap gerakan jurus. Selain itu, kami sangat menjaga kondisi kesehatan atlet agar tetap prima saat bertanding,” ujar Ojan.
Selain keterbatasan waktu persiapan, pengelolaan sumber daya manusia juga menjadi tantangan. Jadwal latihan harus disesuaikan dengan aktivitas perkuliahan masing-masing atlet agar proses latihan tetap berjalan tanpa mengganggu kewajiban akademik.
Namun, berbagai kendala tersebut dapat diatasi melalui komitmen dan usaha maksimal seluruh tim selama masa persiapan hingga pertandingan berlangsung.
Ketegangan di Babak Final Terbayar dengan Prestasi
Ojan mengungkapkan, salah satu momen paling berkesan dalam kompetisi tersebut terjadi ketika atlet jurus tunggal dan jurus ganda berhasil melaju ke babak final.
Persaingan yang ketat dengan kontingen dari perguruan tinggi lain sempat membuat tim merasa tegang. Namun, rasa tersebut berubah menjadi kebanggaan setelah melihat hasil penampilan para atlet, khususnya pada nomor jurus ganda yang berhasil memperoleh nilai tertinggi.
“Ketika atlet jurus tunggal dan jurus ganda masuk ke final, kami sempat tegang karena persaingannya sangat ketat dengan kampus lain. Tetapi, ketegangan itu terhapuskan setelah melihat penampilan dengan perolehan nilai paling atas, terutama jurus ganda,” jelasnya.
Dukungan Institusi Jadi Bagian Penting
Keberhasilan kontingen Tadjimalela UIN Sunan Gunung Djati Bandung juga tidak terlepas dari dukungan institusi.
Ojan menyampaikan bahwa UIN Sunan Gunung Djati Bandung memberikan dukungan berupa bantuan pendanaan, fasilitas, serta kemudahan administrasi. Dukungan tersebut dinilai membantu para atlet dan official untuk lebih fokus menjalani proses persiapan hingga pertandingan.
“Dukungan institusi sangat membantu kami dalam mempersiapkan atlet dan official sehingga dapat fokus berlatih dan bertanding secara optimal,” ungkapnya.
Target Prestasi hingga Tingkat Nasional dan Internasional
Ke depan, UKM Perguruan Silat Tadjimalela Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Bandung berkomitmen untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi yang telah diraih.
Pengalaman dari PORSI JAWARA II 2026 diharapkan menjadi modal bagi para atlet untuk menghadapi kompetisi berikutnya dengan persiapan yang lebih matang.
“Kami berharap ini menjadi pengalaman dan tahun depan bisa meraih lebih banyak medali serta menaklukkan lebih banyak kompetisi tingkat nasional sampai internasional, terutama POMPROV dan POMNAS,” tutup Ojan.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa aktivitas kemahasiswaan di bidang olahraga dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, membangun karakter, serta mengharumkan nama perguruan tinggi melalui prestasi di tingkat nasional.












