banner 728x250

“Di Balik Hebohnya Lautan Bunga di Bandungan, Ternyata Ada Jejak Tradisi Zaman Syailendra!”

Putri Indonesia Pariwisata 2026, Karina Moudy Widodo turut hadir pada pagelaran Festival Bungan Bandungan ke 5 ( Foto : Diskominfo Kab. Semarang )

BANDUNGAN, OMNI PUBLIKA – Jalanan rute Ambarawa – Bandungan mendadak berubah menjadi lautan warna dan wewangian pada Minggu (5/7/2026) siang hingga sore. Ribuan pasang mata saksi kemegahan Parade Kendaraan Berhias Bunga, yang menjadi puncak acara sekaligus penutup manis dari gelaran Festival Bunga Bandungan ke-5 tahun 2026. Tradisi sudah eksis sejak zaman Kerajaan Syailendra sebagai sarana sesaji.

Tidak kurang dari 20 mobil hias yang diselimuti aneka jenis bunga segar dan kreasi bunga kertas berjalan beriringan. Rombongan defile ini memulai langkahnya dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau Alun-alun Bandungan dan menyudahi pawai cantiknya di Lapangan Desa Jetis.

Pesta rakyat ini tidak hanya menjadi panggung visual yang memanjakan mata, tetapi juga bukti nyata dari guyub rukunnya masyarakat setempat. Mulai dari para petani bunga dari berbagai dusun, pedagang, hingga komunitas kesenian tradisional di seputaran Bandungan, bahu-malahu turun ke jalan demi memeriahkan acara ini.

Multi-Efek Positif bagi Kesejahteraan Warga

Kehadiran Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, menambah bobot pentingnya festival tahunan ini. Dalam sambutannya, ia menaruh harapan besar agar Festival Bunga Bandungan tidak sekadar menjadi tontonan musiman, melainkan motor penggerak ekonomi yang berdampak panjang.

“Semoga bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan pedagang bunga serta masyarakat luas. Kesenian tradisional juga dapat berkembang karena mendapat tempat di sini,” ujar Bupati Ngesti Nugraha.

Beliau menegaskan bahwa multiplier effect dari acara ini menyentuh berbagai sektor krusial, mulai dari:

  • Sektor Pertanian & Hortikultura
  • Ekonomi Kreatif & Pemberdayaan UMKM
  • Sektor Pariwisata Daerah

Dari Zaman Syailendra Menuju Pasar Internasional

Bandungan dan bunga adalah dua hal yang tak terpisahkan, bahkan sejak benih sejarah pertama kali ditanam. Ketua Persatuan Petani Pedagang Bunga Bandungan (P3BB), Endro Pranoto, mengungkapkan sebuah fakta historis yang menarik tradisi bunga di Bandungan rupanya sudah eksis sejak zaman Kerajaan Syailendra sebagai sarana sesaji.

Kini, lewat festival rutin tiap tahun ini, P3BB memiliki misi besar untuk membawa warisan leluhur tersebut ke level yang lebih tinggi.

“Kami para petani, pedagang, dan pelaku usaha bunga lainnya ingin potensi bunga segar di Bandungan dapat dikenal dunia,” tegas Endro penuh optimisme. Festival ini menjadi etalase utama untuk mempromosikan potensi bunga potong segar Bandungan, baik ke pasar nasional maupun internasional.

Tiga Hari Penuh Kemeriahan

Kemegahan festival sebenarnya sudah berdenyut sejak tanggal 3 Juli. Selama tiga hari berturut-turut, masyarakat dan wisatawan disuguhi berbagai aktivitas edukatif dan menghibur, di antaranya:

  1. Aneka Lomba Kreatif yang memacu sportivitas warga.
  2. Workshop Merangkai Bunga bagi para pencinta seni botani.
  3. Pertunjukan Kesenian Tradisional yang menjaga nyala kelestarian budaya lokal.

Suasana festival pun kian semarak dan berkelas dengan kehadiran Putri Indonesia Pariwisata 2026, Karina Moudy Widodo, yang ikut mengapresiasi langsung pesona alam dan budaya Bandungan.

Dukungan Menuju Level Provinsi

Melihat potensi masif yang ditunjukkan, dukungan politik pun mengalir. Anggota DPRD Jateng, Bagus Suryo Kusumo, yang hadir menyaksikan langsung kemeriahan ini, berjanji akan mengawal pengembangan festival ini ke tingkat yang lebih luas.

“Kita akan komunikasikan dengan Pemprov Jateng untuk kemungkinan pengembangannya,” pungkas Bagus.

Dengan sinergi kuat antara petani, pelaku seni, dan pemerintah, Festival Bunga Bandungan ke-5 ini bukan sekadar pesta bunga biasa, melainkan simbol kebangkitan ekonomi kreatif lokal yang siap mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.

 

Penulis: Lastri MeyditaEditor: Omni publika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *