banner 728x250

Mencetak Generasi ‘Petarung’: PD IGRA Batang Gelar Workshop Manajemen Berbasis Madrasah

Sumber Foto Tangkapan Layar Prokopim Purworejo

BATANG, OMNI PUBLIKA – Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter bangsa. Menyadari hal tersebut, Pengurus Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PD IGRA) Kabupaten Batang mengambil langkah taktis untuk mendongkrak kualitas tata kelola pendidikan melalui Workshop Manajemen Berbasis Madrasah (MBM) bagi para Kepala dan Guru RA se-Kabupaten Batang.

Mengusung tema besar “Meningkatkan Mutu Madrasah Melalui Tata Kelola yang Profesional dan Berkarakter”, acara yang digelar di Gedung Islamic Center Batang ini sukses menyedot perhatian dan dihadiri oleh 290 peserta.

Dukungan Penuh dari Para Pemangku Kebijakan

Langkah progresif yang diinisiasi oleh PD IGRA Batang ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari jajaran pejabat daerah. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Batang Suyono, Plt Kakankemenag Batang H. Munif, Kasi Pendidikan Madrasah H. Luthfi Efendi, pengawas RA, serta Pengelola Islamic Center Batang H. Mahrus.

Ketua PD IGRA Batang, Nur Khanah, menyampaikan optimisme tinggi terkait masa depan RA di Kabupaten Batang. Ia menekankan pentingnya rasa percaya diri bagi para pemimpin lembaga pendidikan formal tingkat anak usia dini ini.

“Kepala RA harus selalu semangat dan percaya diri. Melalui tata kelola yang baik, kita optimistis RA dapat melahirkan generasi yang berkarakter dan memiliki akhlakul karimah,” ujar Nur Khanah optimis.

Senada dengan hal tersebut, Plt Kakankemenag Batang, H. Munif, mengingatkan bahwa dunia pendidikan saat ini berjalan sangat dinamis dan membutuhkan sentuhan kreativitas baru. “Pengelolaan pendidikan saat ini menuntut adanya inovasi. Melalui workshop ini, para peserta dibekali kiat-kiat strategis dalam membangun mutu pendidikan RA,” tuturnya.

Pesan Wakil Bupati: Guru RA adalah ‘Cahaya Ilmu’ dan Pencetak Karakter ‘Petarung’

Momen penuh inspirasi hadir saat Wakil Bupati Batang, Suyono, memberikan arahannya. Beliau menekankan bahwa soliditas, konsolidasi, dan koordinasi yang kuat antar-guru adalah kunci utama untuk menghindari budaya saling menyalahkan di lingkungan kerja. Menurutnya, madrasah era modern harus fleksibel dalam menyerap pengetahuan kontemporer demi memantik inovasi baru.

Suyono juga mengimbau agar para guru RA tidak sekadar mengajar, melainkan mendidik anak-anak agar tumbuh menjadi sosok ‘Petarung’—sebuah akronim untuk pribadi yang:

  • Pejuang
  • Energik
  • Tangguh
  • Mandiri
  • Kreatif
  • Mengutamakan Kejujuran

“Aset terbesar bangsa ini adalah generasi muda. Ibu-ibu guru RA harus menjadi cahaya ilmu dan pengetahuan yang menuntun anak-anak menyongsong cita-citanya. Mari para guru untuk memperluas wawasan dengan rajin membaca,” tegas Wabup Suyono.

Sebagai bentuk kepedulian sosial dan apresiasi terhadap dedikasi para pendidik, Wakil Bupati Batang juga menyerahkan bantuan sembako serta santunan secara simbolis kepada 13 orang guru RA pilihan.

Kupas Tuntas Tata Kelola Madrasah Masa Kini

Masuk ke sesi inti workshop, suasana belajar berlangsung interaktif di bawah panduan Siti Sochibatun Nafi’ah selaku moderator. PD IGRA Batang menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya, yaitu Junaid dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang.

Dalam paparannya, Junaid membedah berbagai materi strategis seputar tata kelola madrasah masa kini. Para peserta tidak hanya pulang membawa teori, tetapi juga strategi aplikatif yang siap diterapkan demi mentransformasi RA menjadi lembaga pendidikan yang profesional, modern, dan tetap berkarakter islami.

Penulis: LastriEditor: Omni publika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *