banner 728x250

Badai Hantam KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, Helikopter Diterjunkan, Ratusan Penumpang Masih Belum Ditemukan

Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang tengah menempuh rute pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin karam setelah diterjang cuaca ekstrem pada Minggu dini hari (13/9/2026). ( Foto : IG/@sar_nasional )

MASALEMBO, OMNI PUBLIKA – Tragedi maritim kembali mencoreng perairan Laut Jawa. Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang tengah menempuh rute pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin karam setelah diterjang cuaca ekstrem pada Minggu dini hari (13/9/2026). Dihantam gelombang ganas, kapal sempat miring drastis sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam di perairan sekitar Masalembo.

Sinyal darurat sempat terpancar sebelum sistem komunikasi kapal terputus total sekitar pukul 01.00 WIB (02.00 WITA). Nakhoda sempat melaporkan kondisi kapal yang makin tidak stabil akibat gempuran ombak tinggi.

Upaya penyelamatan langsung bergerak cepat di tengah lautan. Sejumlah kapal komersial yang tengah melintas di jalur tersebut seperti Tugboat TCP, MV Handa, dan TB Majuhan IX langsung beroperasi melakukan pertolongan pertama. Banyak penumpang selamat berkat respons cepat memakai pelampung sebelum kapal benar-benar tenggelam.

Berikut ringkasan data korban sementara di lapangan berdasarkan Informasi dari Tim Basarnas melalui video yang diunggah dalam akun sar_nasional :

  • Total orang di atas kapal: 243 orang
  • Selamat: 98
  • Meninggal dunia: 6 orang
  • Masih dalam pencarian: 129 orang

Guna mengejar waktu dan memperluas jangkauan pencarian hingga puluhan mil laut dari titik awal, Basarnas menerjunkan armada udara berupa Helikopter Dauphin dari Surabaya, disokong kapal patroli KN SAR Laksmana 241 dari Basarnas Banjarmasin.

Gelapnya malam saat insiden terjadi serta kuatnya arus perairan Masalembo menjadi tantangan berat. Tim SAR mengkhawatirkan sebagian korban hanyut terbawa arus jauh dari lokasi kejadian, atau bahkan terjebak di dalam dek kapal yang terbalik secara mendadak.

Hingga berita ini diturunkan, penyisiran skala besar terus digencarkan. Prioritas utama petugas di lapangan adalah menemukan seluruh penumpang dan awak kapal secepat mungkin.

 

Penulis: Lastri MeyditaEditor: Omni Publika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *