Raffi Ahmad dan Nagita Slavina pemilik PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk ( Foto : Tangkapan Layar Laman IG Investasi Kontan )
JAKARTA, OMNI PUBLIKA – Pasar modal Indonesia tengah dilanda demam “Sultan Andara”. Menjelang pencatatan perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada esok hari, Jumat (10/7/2026), antrean pemesanan saham PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) dilaporkan meledak hingga menembus 1.092.166 Single Investor Identification (SID).
Tingginya partisipasi investor ritel ini membuat penawaran saham milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina tersebut mengalami kelebihan permintaan (oversubscription) yang sangat signifikan.
Dalam aksi korporasi ini, RANS melepas sebanyak 2,52 miliar lembar saham baru atau setara dengan 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Setelah melewati masa penawaran, manajemen mematok harga final di batas atas, yaitu Rp170 per lembar saham. Melalui harga tersebut, RANS dipastikan meraup dana segar dari publik mencapai Rp429,25 miliar.
Rencananya, dana hasil IPO tersebut akan dialokasikan ke beberapa pos taktis perusahaan, di antaranya:
Ekspansi Hiburan : Rp161,45 miliar untuk operasional tur konser musik skala besar dan Rp80 miliar untuk pembangunan wahana edukasi keluarga “Cipungland”.
Bisnis & Teknologi : Rp85 miliar untuk akuisisi lini kosmetik (Slavina) dan Rp35 milar untuk pembentukan entitas baru berbasis Artificial Intelligence (AI).Penyehatan Neraca Rp29,95 milar untuk percepatan pelunasan utang ke Bank BNI.
Kombinasi antara brand personal sang pendiri yang kuat, basis puluhan juta pengikut digital, serta porsi saham publik yang relatif ketat membuat para pengamat memprediksi saham RANS berpeluang besar menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) pada hari pertama perdagangannya esok pagi.
Meski euforia publik begitu besar, analis mengingatkan investor untuk tetap rasional dan tidak terjebak Fear of Missing Out (FOMO). Hal ini mengingat kinerja keuangan RANS pada tahun buku 2025 sempat mengalami tekanan, dengan laba bersih yang terkoreksi menjadi Rp56,68 miliar dari tahun sebelumnya.
Proses penjatahan dan distribusi saham elektronik telah rampung hari ini, Kamis (9/7/2026). Besok pagi, seluruh mata pelaku pasar akan tertuju pada layar bursa untuk melihat apakah gurita bisnis hiburan RANS mampu mencetak rekor hijau di hari pertamanya melantai.














