banner 728x250

Ubah Limbah Jadi Rupiah: Sinergi PPK Ormawa BEM FE Untidar dan Warga Pasekan Ciptakan Briket Kulit Aren

Pelatihan pembuatan Briket kulit aren ( Foto : Dok. Omni Publika/Dimas )

MAGELANG, OMNI PUBLIKA – Limbah kulit aren yang selama ini kerap terabaikan di Dusun Pasekan, Desa Tirto, Kecamatan Grabag Magelang  kini mulai dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna tinggi. Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK) Ormawa BEM Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Tidar sukses menggelar acara “Pelatihan Pembuatan Briket Berbahan Baku Limbah Kulit Aren Bagi Masyarakat Dusun Pasekan, Desa Tirto”.

Acara pemberdayaan ini dilangsungkan di kediaman Kepala Dusun Pasekan pada hari Jumat, 7 Agustus 2026, mulai pukul 19.00 WIB, dan dihadiri oleh sekitar 35 peserta dari berbagai kalangan.

Menggali Potensi, Mengatasi Masalah Lingkungan

Dusun Pasekan selama ini dikenal memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, khususnya tanaman aren. Tanaman ini telah lama diandalkan oleh masyarakat sebagai bahan baku pembuatan gula aren dan berbagai produk turunannya. Namun, proses pengolahan tersebut menyisakan persoalan tersendiri: limbah kulit aren yang tidak dimanfaatkan secara optimal. Sebagian besar limbah hanya dibuang atau dibakar, yang mana belum memberikan nilai ekonomi dan justru berpotensi memicu pencemaran lingkungan.

Menyikapi hal ini, tim PPK Ormawa BEM FE Untidar bersinergi dengan masyarakat setempat untuk bersama-sama menginisiasi pemanfaatan limbah kulit aren menjadi briket biomassa. Melalui langkah kolaboratif ini, briket dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan, yang sekaligus mampu membuka peluang usaha baru yang bernilai ekonomi bagi warga Pasekan.

Antusiasme Warga dan Harapan Ke Depan

Inisiasi bersama ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa oleh warga. Ibu-ibu dan bapak-bapak warga Dusun Pasekan tampak sangat bersemangat mengikuti setiap tahapan pelatihan. Mereka dengan telaten mempelajari buku panduan yang telah dibagikan sebelumnya, membuktikan tingginya semangat untuk belajar berinovasi demi kemajuan desa.

Kepala Dusun Pasekan, Bapak Slamet Aman, turut menyampaikan apresiasi dan harapan besarnya terhadap keberlanjutan program ini. Beliau menekankan bahwa keterampilan pembuatan briket ini diharapkan tidak hanya berhenti dan selesai pada hari pelatihan saja, tetapi bisa diaplikasikan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mengingat pada setiap musim panen aren, limbah kulitnya sangat melimpah dan selalu terbuang percuma di kebun, inovasi briket ini dinilai sebagai solusi cerdas yang sangat tepat guna.

Rangkaian Kegiatan dan Praktik Pengolahan

Pelatihan ini dirancang secara khusus untuk membangun sinergi antar berbagai elemen desa. Suasana hangat dan kekeluargaan sangat terasa dengan hadirnya berbagai kelompok masyarakat, mulai dari masyarakat umum Dusun Pasekan, Kelompok Tani Pasekan, hingga ibu-ibu PKK Dusun Pasekan yang penuh semangat. Tak ketinggalan, Kepala Dusun Pasekan beserta jajarannya turut membaur bersama tim mahasiswa dan volunteer PPK Ormawa BEM FE Universitas Tidar untuk menyukseskan acara ini.

Agenda dikemas secara padat, interaktif, dan komprehensif. Setelah sesi pembukaan, acara diisi dengan pematerian mengenai dasar pembuatan briket agar warga memahami konsep dan manfaat produk. Sesi kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai cara penjualan dan digital marketing untuk membekali warga agar produk briket ini nantinya memiliki daya saing dan jangkauan pasar yang luas.

Puncak antusiasme terlihat saat memasuki sesi praktik pembuatan briket. Dalam sesi ini, warga diajak untuk langsung mengolah bahan-bahan sederhana menjadi produk bernilai jual. Bahan utama yang digunakan adalah limbah kulit aren yang sebelumnya telah melalui proses pengeringan. Untuk menyempurnakan bentuk dan kualitas pembakaran, kulit aren tersebut dicampur dengan bahan pendukung berupa tepung tapioka sebagai perekat dan tambahan minyak jelantah.

Sebagai penutup, keseruan malam pemberdayaan tersebut diakhiri dengan suasana akrab melalui acara nonton bola bersama antara warga dan tim mahasiswa. Melalui inisiasi bersama dan semangat gotong royong ini, diharapkan program pelatihan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan serta mendukung pengelolaan limbah berbasis potensi lokal di Dusun Pasekan secara berkelanjutan.

 

Sumber : Dimas Alfareza ( Ketua Tim PPK Ormawa BEM FE Untidar )

 

Penulis: RedaksiEditor: Omni Publika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *