banner 728x250

Kabar Gembira! KEK Industropolis Batang Gandeng Disdik Jateng Siapkan Lulusan SMK Siap Kerja

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Penguatan Karakter dan Kesiapan Kerja Peserta Didik serta Lulusan SMK antara antara PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KEK Industropolis Batang) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ( Foto : IG/Batang Info )

BATANG, OMNI PUBLIKA – Angin segar berembus bagi para pelajar dan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Tengah. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang resmi memperkuat sinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah guna menjembatani dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan riil industri.

Sinergi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Penguatan Karakter dan Kesiapan Kerja Peserta Didik serta Lulusan SMK. Agenda penting ini berlangsung dalam kegiatan Diseminasi Program NGOPENI SMK di KEK Industropolis Batang.

Langkah ini sekaligus menjadi tindak lanjut nyata atas Kesepakatan Bersama antara PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KEK Industropolis Batang) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang sebelumnya telah ditandatangani pada 19 Agustus 2025.

Bukan Cuma Infrastruktur, SDM Berkualitas Jadi Kunci

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko KEK Industropolis Batang, Angga Arie Saputra, menegaskan bahwa pembangunan kawasan industri skala besar tidak cukup hanya bergantung pada ketersediaan fisik.

“KEK Industropolis Batang tidak hanya dibangun dengan infrastruktur, listrik, air, dan teknologi, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten untuk mengoperasikan, memelihara, dan mengembangkan seluruh ekosistem industri di dalamnya,” ujar Angga.

Menurutnya, sekolah kejuruan memegang peranan krusial sebagai penyedia talenta utama bagi industri masa depan. Oleh karena itu, hadirnya Program NGOPENI SMK diharapkan menjadi jembatan penghubung yang kokoh antara kurikulum sekolah dan standar kebutuhan perusahaan.

Membentuk Karakter & Budaya Kerja Sejak Sekolah

Melalui kolaborasi ini, para peserta didik SMK akan dibekali pelatihan, pengenalan dunia kerja, dan pengembangan kompetensi sejak masih duduk di bangku sekolah. Kurikulum dan pembelajaran akan diselaraskan secara langsung dengan standar industri.

Tak hanya keterampilan teknis (hard skills), kesiapan mental dan karakter (soft skills) juga menjadi fokus utama.

“Peserta didik tidak hanya memiliki kompetensi sesuai bidang pendidikannya, tetapi juga memahami disiplin, tanggung jawab, budaya kerja, serta memiliki kemauan untuk terus belajar dan berkembang,” tambah Angga.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, menuturkan bahwa para lulusan SMK memang harus dipersiapkan secara matang agar bisa bersaing dan langsung terserap di dunia kerja tanpa kendala adaptasi.

Poin Penting Kerja Sama:

  • Bentuk Kegiatan: Penandatanganan PKS Penguatan Karakter & Kesiapan Kerja Lulusan SMK.
  • Program Unggulan: NGO PENI SMK.
  • Fokus Utama: Penyelarasan kompetensi teknis, pembentukan budaya kerja, dan penyaluran tenaga kerja siap pakai di kawasan industri.

Langkah strategis ini menjadi harapan besar bagi penyerapan tenaga kerja lokal di Jawa Tengah, sekaligus memastikan bahwa kawasan industri modern didukung oleh SDM lokal yang unggul dan berdaya saing tinggi.

Penulis: Lastri MeyditaEditor: Omni Publika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *