banner 728x250

Telepon Istana di Tengah Rapat DPD, Cerita Dibalik Pencopotan Purbaya dan Pelantikan Kilat Suahasil Nazara

Moment saat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima telepon dari Istana Kepresidenan di Tengah rapat DPD. ( Foto : FB/Firman Martua )

JAKARTA, OMNI PUBLIKA – Sebuah pemandangan tak biasa mewarnai Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026). Rapat kerja yang semula berlangsung tenang dan formal mendadak runtuh oleh sebuah panggilan darurat dari Istana Kepresidenan. Telepon itu tidak hanya menghentikan jalannya rapat, tetapi juga menandai akhir singkat dari masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.

Siang itu, Purbaya sedang memaparkan isu krusial mengenai strategi surat utang pemerintah di hadapan pimpinan DPD RI, Bappenas, dan Bank Indonesia. Di tengah-tengah pemaparannya, salah satu pimpinan DPD RI tiba-tiba memotong pembicaraan dengan nada terburu-buru.

“Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men… Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya… ada…,” pangkas pimpinan rapat.

Suasana ruang sidang seketika berubah riyuh terbatas. Purbaya menghentikan presentasinya, lalu memberi isyarat kepada jajarannya untuk merespons panggilan tersebut. Rapat pun langsung diskors.

Hanya dalam hitungan menit, layar siaran langsung kanal YouTube DPD RI merekam pemandangan dramatis: kursi utama Menteri Keuangan telah kosong. Purbaya meninggalkan ruangan, menyusul kabar pencopotan dirinya oleh Presiden Prabowo Subianto.

Di saat yang hampir bersamaan, dinamika di Istana Negara bergerak sangat cepat. Jabatan yang ditinggalkan Purbaya langsung diserahkan kepada Suahasil Nazara. Perubahan ini berlangsung tanpa desas-desus panjang sebelumnya.

Suahasil sendiri mengaku terkejut dengan kecepatan proses tersebut. Kabar mengenai pengangkatan dirinya baru diterima pada pagi hari, beberapa jam sebelum jadwal pelantikan sore.

“Mengenai proses, saya disampaikan tadi pagi dan untuk bersiap pelantikan pada sore hari ini,” beber Suahasil saat ditemui awak media di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Sore harinya, pelantikan digelar secara resmi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan Suahasil, yang menjadi satu-satunya pejabat yang dilantik pada hari itu.

Usai mengucap sumpah, Suahasil menyebut penunjukan ini sebagai amanah dan kepercayaan besar dari Presiden. Ia berkomitmen untuk langsung bekerja menjaga stabilitas fiskal dan mengawal arah perekonomian nasional di tengah transisi yang serbakilat ini.

 

Penulis: Lastri MeyditaEditor: Omni Publika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *