banner 728x250

“Singkirkan Belanda, Maroko Tantang Kanada di Babak 16 Besar Piala Dunia”

Para pemain Maroko melakukan sujud syukur ditengah lapangan setelah berhasil mengalahkan Belanda dan masuk babak 16 besar piala dunia pada Rabu ( 1/7/2026 ). ( Foto : Tangkapan layar laman IG Bola Bini )

MONTERREY, OMNI PUBLIKA – Estadio Monterrey menjadi saksi bisu runtuhnya raksasa Eropa. Timnas Maroko kembali mengukir tinta emas di panggung dunia setelah secara dramatis menyingkirkan Belanda lewat babak adu penalti yang mendebarkan dengan skor 3-2, Rabu (1/7/2026).

Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu (extra time) berakhir.

Tembok Kokoh di Bawah Mistar Gawang

Sejak peluit pertama dibunyikan, laga langsung berjalan dengan intensitas tinggi. Jual beli serangan tak terhindarkan, namun sorotan utama tertuju pada ketangguhan kiper kedua tim.

Bart Verbruggen (Belanda)Tampil luar biasa dengan melakukan penyelamatan refleks mutakhir untuk menggagalkan sundulan Neil El Aynaoui dan menepis sepakan jarak jauh Achraf Hakimi.

Yassine Bounou (Maroko) tidak kalah gemilang, kiper veteran ini berulang kali mematahkan peluang emas De Oranje, termasuk tendangan roket Micky van de Ven.

Drama Menit Akhir yang Mengguncang Jantung

Maroko sebenarnya tampil lebih dominan selepas jeda babak kedua. Sial bagi Singa Atlas, sepakan Hakimi pada menit ke-52 hanya membentur mistar gawang.

Asyik menyerang, Maroko justru kecolongan pada menit ke-71 lewat skema serangan balik cepat. Pemain pengganti Belanda, Wout Weghorst, memenangi duel udara dan memberikan umpan sundulan kepada Crysencio Summerville. Dengan jeli, Summerville menyodorkan bola ke arah Cody Gakpo yang berdiri bebas. Gol! Belanda memimpin 1-0.

Namun, Maroko menolak mati muda. Memasuki masa injury time (menit ke-91), keajaiban itu datang. Chemsdine Talbi melepaskan umpan silang melengkung yang sangat akurat. Issa Diop secara cerdik menyelinap di antara Virgil van Dijk dan Teun Koopmeiners untuk menanduk bola masuk ke gawang. Skor 1-1 memaksa laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

Di babak extra time, Soufiane Rahimi sempat mendapat peluang emas satu lawan satu, namun Verbruggen lagi-lobi menjadi pahlawan Belanda sehingga pemenang harus ditentukan lewat titik putih.

Babak Adu Penalti jadi Panggung Sang Pahlawan, Yassine Bounou!

Adu penalti berjalan penuh tekanan hingga membuat bulu kuduk merinding. Kegagalan demi kegagalan dari eksekutor kedua tim membuat suasana stadion begitu mencekam.

Yassine Bounou membaca dengan sempurna arah tembakan Crysencio Summerville dan menepisnya dengan heroik. Seolah mendapat angin segar, Ismael Saibari yang maju sebagai eksekutor penentu Maroko dengan dingin menyarangkan bola ke dalam gawang. Maroko menang 3-2!

De Javu Buruk Belanda, Maroko Tantang Tuan Rumah

Bagi Belanda, kekalahan ini memicu trauma mendalam. Ini menjadi kedua kalinya secara berturut-turut De Oranje harus tersingkir dari Piala Dunia melalui drama adu penalti yang kejam.

Sementara itu, dongeng indah Maroko dipastikan berlanjut. Di babak 16 besar nanti, Achraf Hakimi dan kawan-kawan sudah dinanti oleh ujian berat lainnya menghadapi sang tuan rumah, Kanada. Mampukah Singa Atlas kembali mengaum lebih keras? Kita nantikan!

Penulis: Lastri MeyditaEditor: Omni Publika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *