OMNI PUBLIKA, PURWOREJO – Semangat kolaborasi dalam mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat mewarnai kegiatan Bazar Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026 di Alun-alun Kabupaten Purworejo, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan yang melibatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Purworejo ini menjadi ruang partisipasi masyarakat untuk mengenal, menikmati, serta memberikan penilaian terhadap menu MBG yang disajikan oleh masing-masing SPPG. Berdasarkan informasi pada poster kegiatan, bazar tersebut menyediakan hampir seribu porsi dan terbuka untuk masyarakat umum.
Salah satu unit yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah SPPG Kalirejo, yang berada di bawah pembinaan Aldhi Hans Sejahtera (AHS) dan Yayasan Ganesha Persada. Keterlibatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis melalui penguatan kualitas pelayanan, edukasi gizi, serta keterlibatan masyarakat.

Ruang Evaluasi dan Apresiasi terhadap Menu MBG
Bazar Menu MBG tidak hanya menjadi ajang untuk memperkenalkan sajian makanan kepada masyarakat, tetapi juga membuka ruang evaluasi terhadap penerimaan menu yang disajikan. Masyarakat dapat menikmati menu sekaligus memberikan penilaian sebagai masukan bagi peningkatan kualitas pelayanan SPPG.
Melalui kegiatan semacam ini, penyelenggara dan pengelola SPPG diharapkan dapat memperoleh gambaran mengenai preferensi masyarakat, variasi menu, kualitas penyajian, serta pentingnya menjaga keamanan dan mutu pangan dalam pelaksanaan program.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pengelola SPPG, yayasan pembina, tenaga pelaksana, dan masyarakat dalam mendukung program pemenuhan gizi.
Ilham Munazat Bhagea: Kolaborasi Harus Berdampak pada Kualitas Pelayanan
Direktur Utama Aldhi Hans Sejahtera sekaligus Ketua Umum Yayasan Ganesha Persada, Ilham Munazat Bhagea, meskipun tidak hadir secara langsung di lokasi kegiatan dan berada di tempat terpisah. Ilham menegaskan bahwa partisipasi SPPG Kalirejo merupakan bagian dari komitmen pembinaan untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan, tata kelola operasional, dan keamanan pangan dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis, serta pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.
“Bazar Menu MBG ini merupakan momentum yang baik untuk membangun kedekatan antara SPPG dan masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya tentang mendistribusikan makanan, tetapi juga tentang memastikan bahwa makanan yang disajikan memiliki kualitas, memenuhi kebutuhan gizi, aman dikonsumsi, dan dapat diterima dengan baik oleh penerima manfaat,” ujar Ilham.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan SPPG Kalirejo menjadi bagian dari upaya AHS dan Yayasan Ganesha Persada untuk terus mendorong peningkatan kualitas pengelolaan dan pelayanan.
“Kami memandang pembinaan SPPG harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari penguatan sumber daya manusia, kedisiplinan operasional, penerapan standar keamanan pangan, hingga evaluasi pelayanan. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi sarana pembelajaran dan perbaikan berkelanjutan bagi seluruh pihak yang terlibat,” tambahnya.
Menurutnya, keberhasilan program pemenuhan gizi membutuhkan komitmen bersama, tata kelola yang baik, serta orientasi yang kuat terhadap manfaat bagi masyarakat.
Dyno Pasha: Masukan Masyarakat Menjadi Bahan Perbaikan
Kepala SPPG Kalirejo, Dyno Pasha, menekankan bahwa partisipasi dalam Bazar Menu MBG merupakan kesempatan untuk memperkenalkan pelayanan SPPG sekaligus mendapatkan masukan dari masyarakat.
“Bagi kami, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan komitmen SPPG Kalirejo dalam mendukung penyediaan makanan bergizi yang memperhatikan kualitas, kebersihan, keamanan pangan, dan ketepatan pelayanan. Penilaian masyarakat sangat penting karena dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas menu dan pelayanan ke depannya,” ujar Dyno.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam operasional SPPG, mulai dari persiapan bahan pangan, proses pengolahan, pemorsian, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.
“Pelaksanaan MBG membutuhkan kedisiplinan, koordinasi, dan tanggung jawab setiap petugas. Kami akan terus berupaya memperkuat kerja tim agar pelayanan berjalan semakin baik dan sesuai dengan standar yang ditetapkan,” tambahnya.
Perwakilan Yayasan Istirahayu menyampaikan bahwa kolaborasi antara yayasan, pengelola SPPG, dan berbagai pemangku kepentingan merupakan unsur penting dalam mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.
“Kami berharap kegiatan Bazar Menu MBG dapat memperkuat komunikasi dan kerja sama antarpihak, sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi. Program ini membutuhkan dukungan bersama agar pelaksanaannya dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” ujar Istirahayu.
Sinergi antarlembaga diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran operasional, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan tata kelola, serta penerapan standar pelayanan yang konsisten.

Membangun Kepercayaan Publik melalui Transparansi dan Evaluasi
Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-62 melalui Bazar Menu MBG di Kabupaten Purworejo menjadi pengingat bahwa peningkatan kesehatan masyarakat memerlukan dukungan berbagai sektor. Dalam konteks Program MBG, kualitas makanan, keamanan pangan, ketepatan distribusi, dan penerimaan masyarakat merupakan aspek yang perlu mendapatkan perhatian berkelanjutan.
Bagi SPPG Kalirejo, keterlibatan dalam kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari proses memperkuat pelayanan dan membangun kepercayaan masyarakat. Dukungan pembinaan dari Aldhi Hans Sejahtera dan Yayasan Ganesha Persada juga diarahkan untuk mendorong pengelolaan SPPG yang profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kualitas.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat semakin memperkuat upaya peningkatan gizi masyarakat sekaligus menumbuhkan budaya pelayanan yang mengedepankan mutu, keamanan, dan akuntabilitas.


