Kebakaran melanda pemukiman warga di Desa Gondang Kecamatan Subah Batang pada Sabtu ( 26/09/2026 ). Foto : Reel/Herlan Kurnia
BATANG, OMNI PUBLIKA – Musibah kebakaran melanda pemukiman warga di Dukuh Temanggal, Desa Gondang, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, pada Sabtu siang (26/9/2026). Amukan si jago merah tersebut menghanguskan tiga unit rumah milik warga setempat dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp250 juta.
Peristiwa bernasib naas tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 13.00 WIB oleh seorang warga bernama Wahyu. Saat melintas, ia melihat kepulan asap tebal dan kobaran api mulai membakar rumah milik Toyadi (64). Sontak, Wahyu langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar dan melaporkan kejadian ini ke Pemerintah Desa (Pemdes) Gondang.
Pihak pemdes segera meneruskan laporan ke petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), Koramil, Polsek Subah, serta Trantib Kecamatan Subah. Sembari menunggu petugas tiba di lokasi, warga bergotong-royong berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya.
Namun, kencangnya tiupan angin serta material rumah Toyadi yang mayoritas terbuat dari kayu membuat api dengan cepat membesar. Kobaran api yang tak terkendali kemudian merambat ke dua bangunan di sekitarnya, yakni rumah milik Supriyanto (43) dan Sudardi (36) yang berada di lingkungan RT 08/RW 01 Dukuh Temanggal.
Berdasarkan dugaan sementara, sumber api berasal dari tungku dapur rumah Toyadi yang lupa dimatikan sempurna hingga merembet ke dinding kayu rumahnya.
Dua unit armada pemadam kebakaran bersama personel gabungan dari TNI, Polri, dan Trantib Kecamatan Subah tiba di lokasi tak lama kemudian untuk melakukan pemadaman secara intensif. Api baru berhasil dikuasai secara penuh sekitar pukul 15.30 WIB.
Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini, dampak kerugian material cukup besar. Rumah milik Toyadi dan Supriyanto mengalami rusak parah hingga tidak dapat lagi ditempati. Sementara itu, rumah milik Sudardi yang terkena dampak rambatan api masih dalam kondisi bisa dihuni setelah perbaikan ringan. Saat ini, para korban terdampak membutuhkan uluran bantuan serta tempat pengungsian sementara.


