banner 728x250

Suplai Magma Masih Aktif, Gunung Merapi Catat Puluhan Gempa Hybrid dan Guguran Lava

Gunung Merapi terlihat tertutup kabut pada Kamis ( 17/09/2026 ). ( Foto : Dok Magma.esdm.go.id )

YOGYAKARTA, OMNI PUBLIKA – Gunung Merapi yang berdiri megah di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali memperlihatkan dinamika aktivitas vulkaniknya. Berdasarkan laporan resmi MAGMA-VAR (Volcanic Activity Report) periode pengamatan 16 September 2026, status Gunung Merapi masih bertahan di Level III (Siaga).

Bagi masyarakat yang bermukim di sekitar lereng Merapi maupun wisatawan, memahami kondisi terkini sang gunung adalah langkah krusial untuk menjaga kesiapsiagaan.

Sepanjang hari pengamatan, cuaca di sekitar Gunung Merapi terpantau bervariasi mulai dari cerah, berawan, hingga mendung. Angin bertiup lemah ke arah utara, timur, dan barat dengan suhu udara berkisar antara 15.7–27.1 °C.

Secara visual, puncak Merapi beberapa kali terlihat jelas meski sempat tertutup kabut. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, membumbung hingga ketinggian 200 meter di atas puncak kawah.

Aktivitas internal Merapi masih didominasi oleh pergerakan magma yang cukup aktif. Petugas mencatat adanya 7 kali guguran lava yang mengarah ke sektor barat daya (Kali Sat/Putih dan Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter (2 km).

Berikut adalah rincian data kegempaan yang terekam oleh instrumen BPPTKG:

  • Gempa Guguran: 65 kali (Amplitudo: 2–43 mm, Durasi: 45.19–185.39 detik)
  • Gempa Hybrid/Fase Banyak: 84 kali (Amplitudo: 2–41 mm, Durasi: 8.89–59.67 detik)
  • Gempa Tektonik Jauh: 1 kali (Amplitudo: 4 mm, Durasi: 67.56 detik)

Tingginya angka gempa hybrid dan guguran menunjukkan bahwa suplai magma dari dalam perut bumi masih terus berlangsung, yang sewaktu-waktu dapat memicu munculnya Awan Panas Guguran (APG).

BPPTKG dan PVMBG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun terus meningkatkan kewaspadaan terhadap daerah potensi bahaya berikut:

  • Sektor Selatan-Barat Daya: Potensi guguran lava dan awan panas menjangkau Sungai Boyong (maks. 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maks. 7 km).
  • Sektor Tenggara: Meliputi Sungai Woro (maks. 3 km) dan Sungai Gendol (maks. 5 km).
  • Radius Erupsi Eksplosif: Lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif diperkirakan dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Himbauan Utama bagi Masyarakat:

  • Kosongkan Zona Bahaya: Dilarang melakukan aktivitas apa pun di dalam zona potensi bahaya yang telah ditetapkan.
  • Waspada Lahar Hujan: Musim atau curah hujan di sekitar puncak Merapi meningkatkan risiko lahar dingin dan aliran awan panas guguran di sepanjang aliran sungai.
  • Antisipasi Abu Vulkanik: Siapkan masker dan pelindung mata untuk mengantisipasi sebaran abu vulkanik jika terjadi erupsi.

Informasi aktivitas Gunung Merapi terus dipantau secara berkala. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, pihak PVMBG/BPPTKG akan segera meninjau ulang status Merapi untuk keamanan bersama.

Penulis: Lastri MeyditaEditor: Omni Publika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *