Peserta pelatihan penanganan bencana bagi kelembagaan masyarakat Desa Tangguh ( Destana ). ( Foto : FB/Kecamatan Pecalungan )
BATANG, OMNI PUBLIKA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah resmi menggelar kegiatan peningkatan kapasitas bagi kelembagaan masyarakat Desa Tangguh Bencana (Destana) di Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang.
Bertempat di Halaman Kantor Kecamatan Pecalungan, kegiatan yang berlangsung pada 16 hingga 17 September 2026 ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan warga lokal dalam menghadapi potensi ancaman bencana alam.
Rangkaian acara berlangsung interaktif dan penuh semangat meski harus berlanjut hingga malam hari. Pada sesi malam tersebut, para peserta dibekali materi krusial mengenai teknik transportasi dan evakuasi korban bencana yang dipandu langsung oleh Tim SARDA Jawa Tengah.
Pelatihan ini menitikberatkan pada metode penyelamatan yang tak hanya cepat, tetapi juga mengutamakan keamanan serta keselamatan korban maupun petugas evakuasi.
Kegiatan pelatihan ini dihadiri oleh berbagai elemen kunci, di antaranya Relawan Destana & Unsur Masyarakat sebagai Peserta aktif yang dilatih khusus sebagai garda terdepan penanganan bencana tingkat desa. Selain itu turut hadir Jajaran Pemerintah Daerah yaitu Camat Pecalungan beserta tim pendamping dari BPBD Kabupaten Batang.
Tak berhenti pada teknik evakuasi, agenda dilanjutkan dengan pemaparan materi manajemen pengungsian yang dibawakan oleh Tim GEMATI. Sesi ini membekali peserta mengenai tata kelola tempat penampungan sementara yang terstruktur, higienis, dan responsif terhadap kebutuhan dasar para penyintas. Hari pertama kegiatan ditutup dengan sesi ramah tamah hangat guna mempererat tali silaturahmi serta koordinasi antarinstansi.
Melalui program edukasi intensif selama dua hari ini, kapasitas serta respons kesiapsiagaan masyarakat desa di Kecamatan Pecalungan diharapkan meningkat signifikan. Sinergi yang kuat antara BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Batang, pemerintah kecamatan, dan relawan Destana menjadi modal utama dalam meminimalisir risiko serta dampak bencana di wilayah tersebut.


