CIANJUR, OMNI PUBLIKA — Upaya memperkuat tata kelola dan menjaga kualitas layanan program pemenuhan gizi terus digencarkan. Jajaran manajemen Alhans Corp bersama Yayasan Al Maharat Khasah Mubarak melaksanakan inspeksi mendadak sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG Sukaraharja) yang berlokasi di wilayah Cibeber, Cianjur. Kegiatan ini dirangkaikan dengan forum dengar pendapat (public hearing) bersama para relawan dan tenaga pendukung dapur di lapangan.
Inspeksi ini dipimpin langsung oleh Direktur Utama Alhans Corp, Ilham Munazat Bhagea, didampingi oleh Ketua Yayasan Al Maharat Khasah Mubarak, Dian Andayani, serta Kepala SPPG Sukaraharja, M. Rezki. Kehadiran pimpinan ini menunjukkan keseriusan manajemen dalam memastikan setiap unit SPPG mematuhi standar operasional yang ketat, mulai dari aspek higienitas, ketepatan porsi, hingga manajemen distribusi pangan di Kabupaten Cianjur.
Evaluasi Ketat untuk Standar Keamanan Pangan
Dalam sesi evaluasi yang dipimpin oleh M. Rezki selaku Kepala SPPG, ditekankan pentingnya profesionalisme dan pengawasan berlapis guna meminimalisasi kendala teknis di lapangan. Sejalan dengan hal tersebut, pengawasan distribusi di wilayah Cibeber dan sekitarnya ditegaskan kembali oleh Deden selaku Pengawas Distribusi, yang memastikan alur pengiriman makanan dari dapur SPPG Sukaraharja hingga ke tangan penerima manfaat tetap terjaga kualitas, kebersihan, dan ketepatan waktunya.
Dalam arahannya di lokasi, Direktur Utama Alhans Corp, Ilham Munazat Bhagea, menegaskan prinsip operasional yang harus dipegang teguh oleh seluruh elemen di SPPG Sukaraharja. Beliau menekankan pentingnya penerapan budaya kerja Zero Tolerance terhadap segala bentuk kelalaian prosedur keamanan pangan, mempraktikkan Zero Waste untuk efisiensi dan kebersihan pengelolaan bahan baku, serta mengusung target Zero Komplain guna memastikan kepuasan penuh bagi para penerima manfaat.
“Program pemenuhan gizi di SPPG Sukaraharja ini adalah pilar penting bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, kita harus mengusung prinsip Zero Tolerance, Zero Waste, dan Zero Komplain dalam setiap lini kerja. Kolaborasi antara operasional di lapangan, yayasan, dan para relawan harus berjalan dengan satu visi yang sama untuk memberikan layanan terbaik tanpa cela,” ujar Ilham Munazat Bhagea dalam arahannya di lokasi.
Ruang Dengar Pendapat dan Aspirasi Relawan
Sebagai garda terdepan, para relawan mendapatkan kesempatan untuk berdialog langsung dengan jajaran pimpinan. Ricka Wulandari, yang hadir mewakili perwakilan yayasan, secara aktif menyerap masukan mengenai dinamika operasional harian yang dihadapi para relawan di dapur maupun saat pendistribusian.
Dalam diskusi terbuka tersebut, para relawan menyampaikan berbagai masukan konstruktif, mulai dari teknis pembagian tugas di dapur hingga penanganan logistik di medan operasional Cibeber. Dian Andayani selaku Ketua Yayasan Al Maharat Khasah Mubarak mengapresiasi semangat para relawan dan menegaskan bahwa masukan dari mereka adalah bahan evaluasi krusial bagi manajemen untuk perbaikan program kedepannya.
Komitmen Bersama Menuju Pelayanan Prima
Kegiatan di SPPG Sukaraharja ini ditutup dengan kesepakatan bersama untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor demi mewujudkan standar pelayanan yang prima. Melalui sinergi antara Ilham Munazat Bhagea (Dirut Alhans Corp), Dian Andayani (Ketua Yayasan), M. Rezki (Kepala SPPG), Ricka Wulandari (Perwakilan Yayasan), dan Deden (Pengawas Distribusi), diharapkan pelayanan gizi di Cibeber, Cianjur, ini semakin solid, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.














