BANDUNG, OMNI PUBLIKA — Audit internal dilaksanakan di SPPG Tanjungsari, Jalan Tanjungsari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh proses penyelenggaraan SPPG berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik, standar operasional, serta ketentuan yang berlaku.
Audit internal dilaksanakan oleh Aldhi Hans Sejahtera, di bawah pimpinan Direktur Utama Ilham Munazat Bhagea, bersama Yayasan Al Maharat Khasah Mubarak yang dipimpin oleh Ketua Yayasan Dian Andayani. Kegiatan audit juga melibatkan Kepala SPPG Tanjungsari, Rizal, beserta jajaran dan relawan SPPG.
Dalam proses audit, tim melakukan observasi lapangan, wawancara, pemeriksaan dokumen, serta evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan operasional. Pemeriksaan diarahkan untuk melihat kesesuaian antara standar yang ditetapkan dengan kondisi aktual di lapangan.
Salah satu konsen utama dalam audit internal kali ini adalah pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Pemeriksaan dilakukan untuk melihat kesiapan, fungsi, kebersihan, pemeliharaan, serta tata kelola pengolahan limbah agar aktivitas SPPG dapat berjalan dengan memperhatikan aspek kebersihan, sanitasi, dan lingkungan.

Selain IPAL, tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi perhatian penting. Audit melihat bagaimana pembagian tugas dan tanggung jawab, kedisiplinan, kehadiran, kompetensi, penggunaan alat pelindung diri, koordinasi antarbagian, hingga mekanisme pengawasan terhadap relawan dan personel SPPG.

Sistem produksi juga menjadi salah satu fokus pemeriksaan. Tim audit mengevaluasi alur produksi mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, persiapan, proses pengolahan, pengemasan, hingga kesiapan makanan sebelum didistribusikan. Pengendalian proses produksi menjadi penting untuk memastikan setiap tahapan berlangsung secara tertib, higienis, efisien, dan konsisten.
Fokus berikutnya adalah standarisasi sarana dan prasarana. Pemeriksaan diarahkan pada kesesuaian fasilitas dengan kebutuhan operasional SPPG, termasuk kondisi ruang produksi, area penyimpanan, peralatan kerja, fasilitas sanitasi, jalur produksi, sistem kebersihan, keselamatan kerja, serta fasilitas pendukung lainnya.
Keempat aspek tersebut menjadi bagian penting karena memiliki keterkaitan langsung terhadap kualitas, keamanan pangan, efektivitas operasional, keselamatan kerja, dan keberlanjutan pelayanan SPPG.
Direktur Utama Aldhi Hans Sejahtera, Ilham Munazat Bhagea, menyampaikan bahwa audit internal harus ditempatkan sebagai instrumen perbaikan dan penguatan sistem.
“Konsen kami bukan hanya melihat apakah suatu kegiatan sudah berjalan, tetapi memastikan sistemnya benar-benar tertata. IPAL, SDM, sistem produksi, serta sarana dan prasarana harus saling mendukung. Ketika empat aspek ini kuat, maka kualitas dan keberlangsungan operasional SPPG juga akan semakin baik.”
Sementara itu, Ketua Yayasan Al Maharat Khasah Mubarak, Dian Andayani, menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menindaklanjuti setiap hasil evaluasi agar perbaikan tidak berhenti pada saat audit berlangsung.
Kepala SPPG Tanjungsari, Rizal, bersama jajaran SPPG mengikuti proses audit sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan operasional. Setiap hasil pemeriksaan menjadi bahan untuk menentukan prioritas perbaikan dan penguatan tata kelola.
Audit internal ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang konkret, terukur, dan dapat ditindaklanjuti melalui corrective action dan preventive action (CAPA). Dengan demikian, SPPG Tanjungsari tidak hanya memenuhi standar secara administratif, tetapi juga mampu membangun sistem operasional yang konsisten, profesional, higienis, aman, dan berkelanjutan.
Melalui audit internal tersebut, Aldhi Hans Sejahtera dan Yayasan Al Maharat Khasah Mubarak menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan tata kelola SPPG melalui evaluasi, pembinaan, dan perbaikan berkelanjutan.














