BANDUNG, OMNIPUBLIKA – Tahukan kamu bahwa gelar pahlawan nasional bukan sekadar penghormatan simbolis?. Gelar ini diatur secra resmi dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, dan diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia kepada mereka yang memenuhi syarat umum maupun khusus.
Gelar ini disematkan bagi mereka yang gugur membela bangsa atau yang semasa hidupnya menorehkan tindakan kepahlawanan dan prestasi luar biasa bagi kemajuan dan kemerdekaan Indonesia.
Delapan sosok dari Yogyakarta di bawah ini adalah bukti nyata bahwa perjuangan kemerdekaan datang dari berbagai jalur, dari pendidikan, keagamaan, politik, hingga pembelaan nasib buruh.
- Ki Hajar Dewantara

Lahir 2 Mei 1889, wafat 28 April 1959, Ia dikenal sebagai anggota Tiga Serangkai. Ki Hajar Dewantara kerap mengkritik pemerintah kolonial Belanda.
Salah satunya lewat tulisan “Ais ik eens Nederlander was” (Seandainya aku orang Belanda) yang mengecam Belanda merayakan kemerdekaan di atas penderitaan rakyat.
- KH. Ahmad Dahlan

Lahir di Yogyakarta, 1 Agustus 1868, wafat 23 Februari 1923. Sempat aktif di Budi Utomo dan Sarekat Islam.
Ia lalu mendirikan Muhammadiyah pada 18 November 1912 di Kampung Kauman. Meski sempat ditentang Belanda, organisasi ini akhirnya berperan besar lewat pendirian sekolah-sekolah.
- Pangeran Diponegoro

Lahir 11 November 1785, putra Sri Sultan Hamengku Buwono III ini memimpin Perang Diponegoro (Perang Jawa) melawan Belanda pada 1825-1830.
Perang ini dipicu ketidaksetujuannya atas campur tangan Belanda dalam urusan kerajaan.
- Dr. Wahidin Sudirohusodo

Lahir 7 Januari 1852, wafat 26 Mei 1917, ia jadi sosok yang mengilhami lahirnya organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908.
Ia bertekad memberi pendidikan terbaik bagi rakyat dan menggugah kesadaran kebangsaan lewat tulisan-tulisannya.
- Sri Sultan Hamengkubuwana IX

Lahir 12 April 1912 dengan nama Bendoro Raden Mas Dorodjatun. Ia memimpin Yogyakarta dengan berani menentang penjajah dan memperjuangkan otonomi rakyatnya, dan kelak juga menjabat menteri di era Presiden Soeharto.
- Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono

Lahir 10 April 1900 dari keluarga feodal keraton, ia mendirikan Perkumpulan Politik Katolik Djawi (PPKD) pada 1923. Ia juga berperan dalam Komisi Sentral Petisi Soetardjo dan Konferensi Linggarjati 1946 untuk pengakuan de jure Indonesia.
- KH Fakhrudddin

Lahir di Yogyakarta tahun 1890, wafat 28 Februari 1929. Setelah bergabung dengan Budi Utomo, ia aktif di Muhammadiyah mengurus dakwah, perpustakaan, hingga mengajar.
- Raden Mas Suryopranoto

Lahir 11 Juni 1871, wafat 15 Oktober 1959, bangsawan ini rela mengorbankan derajatnya demi memperjuangkan nasib buruh dan rakyat kecil dari penindasan Belanda.
Ia dikenal lewat kebijakan aksi mogok buruh sebagai bentuk perlawanan terhadap kolonial.
Dari delapan pahlawan nasional dari jogja tersebut, siapa yang paling mengispirasimu?












