banner 728x250

Sempat Mencekam! Kobaran Api Terlihat di Lereng Barat Gunung Merapi, Begini Kondisi Terkininya

Kobaran api yang membakar rerumputan di lereng gunung merapi. ( Foto : IG/@febri.vpv )

YOGYAKARTA, OMNI PUBLIKA –  Suasana di kawasan lereng barat Gunung Merapi sempat mendadak mencekam sejak dini hari hingga pagi tadi. Kobaran api terlihat membakar area vegetasi di lereng gunung, memicu kekhawatiran dan perhatian warga sekitar yang menyaksikan pijar merah di kegelapan malam.

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan yang signifikan. Tangkapan layar dari kamera pemantau (CCTV) Badan Geologi Kementerian ESDM di Stasiun Jurangjero merekam momen dramatis terjadinya Awan Panas Guguran (APG) pada Jumat malam, 28 Agustus 2026, pukul 21.23 WIB.

Kronologi Luncuran Awan Panas 2 Kilometer

Berdasarkan data resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), erupsi tersebut tercatat memiliki amplitude maksimal 87,74 mm dengan durasi sekitar 116,97 detik.

Material awan panas meluncur sejauh 2.000 meter (2 km) dari puncak Gunung Merapi. Luncuran material panas yang mencapai batas vegetasi inilah yang kemudian memicu titik api dan membakar rerumputan serta pepohonan kering di area sekitarnya.

Vegetasi Terbakar, Namun Situasi Terkendali

Terbakarnya vegetasi di kawasan lereng lereng barat sempat memicu kekhawatiran warga yang melihat nyala api membara dari kejauhan. Meski demikian, pihak BPPTKG DIY bersama Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) dan petugas di Pos Karhut Srumbung dengan cepat memberikan kepastian situasi:

  • Luas Terampak Terbatas: Kebakaran vegetasi tercatat hanya mencakup area sekitar 100 meter persegi.
  • Api Padam Sendirinya: Karena letaknya yang berada di medan tinggi serta sapuan material dingin, titik api dipastikan padam dengan sendirinya dan tidak menjalar lebih jauh.
  • Aman bagi Warga: Peristiwa ini dipastikan tidak berdampak langsung pada pemukiman warga.

Waspada dan Tetap Di Jarak Aman

Saat ini, status Gunung Merapi masih bertahan pada Level III (Siaga). BPPTKG terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya, khususnya di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Petugas pemantau dan relawan di sekeliling lereng terus bersiaga 24 jam untuk mengantisipasi potensi erupsi susulan. Mari kita doakan bersama agar warga di sekitar kawasan lereng Gunung Merapi senantiasa diberikan keselamatan dan perlindungan.

Penulis: Lastri MeyditaEditor: Omni Publika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *