PURWOREJO, OMNI PUBLIKA – Yayasan Ganesha Persada turut menghadiri kegiatan Sarasehan dan Diskusi Publik Grebeg Bagelen Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Panitia Grebeg Bagelen, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, pada Rabu (2/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Bagelen tersebut mengangkat tema “Sunan Geseng: Wali Larat, Riwayat, dan Laku Hayat”. Sarasehan ini menjadi bagian dari upaya menghimpun berbagai sumber sejarah tentang Sunan Geseng sekaligus mendokumentasikan, melestarikan, dan mengembangkan sejarah serta budaya Bagelen.
Kegiatan Sarasehan dan Diskusi Publik Grebeg Bagelen Tahun 2026 tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan unsur penting, di antaranya Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, S.Kom., M.Si., Camat Bagelen, Iman Ciptadi, serta Prof. Dr. Sudibyo, yang merupakan Kepala Biro Perpustakaan Kraton Pakualaman KGPAA Pakualam.
Kehadiran para tokoh tersebut semakin memperkuat nilai dan semangat kegiatan sarasehan sebagai ruang bersama untuk menggali, mendokumentasikan, serta melestarikan sejarah dan budaya, khususnya yang berkaitan dengan Sunan Geseng dan perjalanan sejarah Bagelen.
Selain unsur pemerintah dan tokoh budaya, kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, pegiat sejarah, pemerhati budaya, serta lembaga dan organisasi yang memiliki perhatian terhadap pelestarian warisan budaya daerah.
Yayasan Ganesha Persada menjadi salah satu lembaga yang mendapat undangan untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Dalam kesempatan itu, Yayasan Ganesha Persada dihadiri oleh Ilham Munazat Bhagea selaku Ketua Yayasan, didampingi Untung Budy Ribowo sebagai Wakil Ketua dan Istirahayu selaku Bendahara.
Kehadiran jajaran pengurus Yayasan Ganesha Persada merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian sejarah dan kebudayaan lokal. Kegiatan diskusi publik tersebut menjadi ruang bertemunya berbagai unsur masyarakat untuk bertukar pandangan, menggali informasi, serta memperkuat kepedulian bersama terhadap warisan sejarah daerah.
Ketua Yayasan Ganesha Persada, Ilham Munazat Bhagea, menyampaikan bahwa pelestarian sejarah dan budaya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Sejarah dan budaya merupakan bagian penting dari identitas masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi dan kepedulian bersama agar nilai-nilai sejarah serta kearifan lokal dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.
Kehadiran Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi dan Camat Bagelen Iman Ciptadi semakin menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, serta berbagai lembaga dalam menjaga dan melestarikan kekayaan sejarah dan budaya daerah.
Melalui kegiatan Sarasehan dan Diskusi Publik Grebeg Bagelen 2026 ini, berbagai informasi dan pandangan mengenai sejarah Sunan Geseng diharapkan dapat menjadi bahan dokumentasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan generasi penerus.
Partisipasi Yayasan Ganesha Persada dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen yayasan dalam mendukung kegiatan sosial, pendidikan, kebudayaan, serta pemberdayaan masyarakat.
Wakil Ketua Yayasan Ganesha Persada, Untung Budy Ribowo, menyampaikan bahwa kegiatan Sarasehan dan Diskusi Publik Grebeg Bagelen merupakan wadah penting untuk memperkuat kepedulian bersama terhadap sejarah dan budaya lokal.
“Kegiatan seperti ini sangat penting karena menjadi ruang untuk menyatukan berbagai pandangan, menggali kembali nilai-nilai sejarah, serta membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga warisan budaya. Kami dari Yayasan Ganesha Persada berharap hasil diskusi ini tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi dapat menjadi langkah nyata dalam melestarikan budaya dan kearifan lokal bagi generasi mendatang,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pelestarian sejarah dan budaya membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, tokoh budaya, akademisi, serta berbagai organisasi dan lembaga yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan masyarakat.
“Warisan budaya adalah kekayaan bersama. Tugas kita bukan hanya mengenangnya, tetapi juga merawat, mendokumentasikan, dan memperkenalkannya kepada generasi muda agar nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan berkembang,” tambah Untung Budy Ribowo.
Merawat Sejarah, Melestarikan Budaya, Menguatkan Masa Depan.












