banner 728x250

Pamit Dagang Sejak Subuh, Lansia di Batang Meninggal Dunia Tertabrak Kereta Api Kaligung

Jenazah korban laka kereta api di Kandeman Batang tiba di rumah duka ( Foto : FB/Batang Solution Info )

BATANG, OMNI PUBLIKANasib naas menimpa Askar (71), seorang pedagang keliling asal Dukuh Wrage, RT 04/04, Desa Tambahrejo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Pria lansia tersebut dilaporkan meninggal dunia di tempat usai tertabrak Kereta Api Kaligung di jalur rel perlintasan Desa Karanggeneng, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Sabtu (12/9/2026) malam.

Kecelakaan tragis ini terjadi sekitar pukul 19.30 WIB di KM 71+600 petak jalan Ujungnegoro–Kuripan. Peristiwa bermula saat Kereta Api (KA) Kaligung dengan nomor perjalanan 220 jurusan Tegal–Semarang melintas di lokasi kejadian. Kereta bermesin lokomotif CC 2010406 yang dikemudikan oleh Masinis Arief Bashori tersebut mendapati seorang pria sedang berjalan di area jalur rel kereta api.

Jarak yang sudah terlalu dekat membuat benturan tidak terhindarkan. Akibat hantaman keras tersebut, korban langsung meninggal dunia di lokasi kejadian.

Mengetahui kejadian itu, masinis KA Kaligung segera melapor ke petugas Stasiun Ujungnegoro dan meneruskan informasi ke pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Tulis. Petugas kepolisian yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP) langsung mengamankan lokasi, mengevakuasi jenazah korban, dan melarikannya ke RSUD Kalisari Batang untuk penanganan medis lebih lanjut. Pihak Polsek Tulis kemudian berkoordinasi dengan Polsek Bandar untuk menyampaikan kabar duka ini kepada keluarga korban di Desa Tambahrejo.

Isak tangis menyelimuti rumah duka saat jenazah almarhum tiba pada Minggu (13/9/2026) dini hari sekitar pukul 00.22 WIB. Suasana duka begitu terasa saat keluarga dan tetangga berkumpul mendoakan almarhum.

Istri korban, Rukmini (61), menuturkan bahwa suaminya pergi meninggalkan rumah sejak pagi hari untuk mencari nafkah. “Sepagi tadi usai sholat subuh almarhum pamit untuk berdagang,” ungkap Rukmini dengan nada sedih.

Ketua RT setempat, Taufik, menambahkan bahwa semasa hidupnya korban dikenal sebagai sosok pejuang keluarga yang rajin bekerja mendistribusikan hasil bumi. “Almarhum memang biasa menjajakan dagangannya seperti pete, sukun, dan sayuran lainnya secara keliling,” terangnya.

Kini, jenazah telah disemayamkan di rumah duka sebelum dimakamkan oleh pihak keluarga di pemakaman umum setempat. Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada dan tidak melakukan aktivitas di sepanjang jalur rel kereta api demi keselamatan bersama.

Penulis: Lastri MeyditaEditor: Omni Publika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *