BATANG, OMNI PUBLIKA – Sunyinya dini hari di ruas Tol Semarang–Batang berubah penuh kepanikan pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Armada Bus Tunas Muda bernomor polisi AE 7067 UQ yang sedang membawa puluhan penumpang menuju Jakarta ludes dilahap si jago merah tepat di Kilometer 350 Jalur B.
Insiden berawal saat kendaraan yang melaju dari arah Yogyakarta tersebut memperlihatkan tanda-tanda bahaya di area mesin.
Kasatlantas Polresta Batang, Kompol Dwi Panji Lestari, menjelaskan bahwa awal mula petaka terpantau langsung oleh pengemudi dari kaca spion.
“Semula kendaraan bus Tunas Muda berjalan dari arah Jogja menuju Jakarta. Sesampainya di Km 350 B, pengemudi melihat dari spion terdapat percikan api di bagian belakang kendaraan, tepatnya di bagian mesin,” ungkap Dwi Panji.
Tahu keselamatan nyawa dipertaruhkan, pengemudi tanpa ragu langsung mengarahkan bus ke bahu jalan dan menghentikan armada. Para penumpang yang kala itu tengah tertidur pulas langsung dibangunkan secara mendadak untuk segera keluar.
Dalam kepungan kegelapan malam, sebanyak 15 penumpang berhamburan keluar dari bus guna menghindari potensi ledakan atau bahaya yang lebih besar.
“Pengemudi kemudian menepikan kendaraan dan seluruh penumpang sebanyak 15 orang turun,” terang Kasatlantas.
Begitu seluruh penumpang aman di tepi jalan, dua kru bus bergerak cepat mengambil alat pemadam api ringan (APAR) untuk menjinakkan percikan api. Sayangnya, tiupan angin dan besarnya kobaran membuat upaya awal tersebut kewalahan.
“Dua crew mencari APAR untuk memadamkan, namun api cepat membesar sehingga tidak dapat dipadamkan,” lanjutnya.
Hanya dalam kurun hitungan menit, api dengan cepat melahap seluruh struktur armada. Cahaya merah membara membumbung tinggi membelah keheningan tol sebelum tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Batang tiba di lokasi untuk menjinakkan amukan api.
Meski bus rute Jogja – Jakarta ini mengalami kerusakan total hingga hangus tak berbentuk, beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini.
Petugas kepolisian bersama instansi terkait langsung melakukan pengamanan arus lalu lintas dan menepikan bangkai kendaraan usai penanganan pemadaman selesai.












