banner 728x250

Bulan Muharam Bulan Sial !!! Benarkah?

Iman Suparman

BANDUNG, OMNI PUBLIKA – Berbicara masalah bulan dalam keyakinan agama Islam, tentunya tidak bisa lepas dari yang nama bulan yang populer di kalangan masyarakat, “Muharram” atau dikenal juga bulan Asyura’ dianggap sebagai bulan sakral bagi sebagiam pemeluk Islam, bukan hanya di Indonesia tapi juga terjadi dinegara lain, terutama dari kalangan yang beraliran syiah.

Namun bagi sebagian umat Islam di Indonesia, masih ada yang beranggapan bahwa Muharam adalah bulan keramat atau bahkan dianggap sebagai bulan penuh kesialan. Sehingga pada bulan itu banyak terjadi larangan-larangan melakukan aktifitas misalnya pernikahan, bepergian dalam rangka urusan hajat dan lain sebagainya.

Lebih parahnya lagi, kadang tanpa sadar, kita suka bilang:  “lagi apes nih, salah bulan.Tahun ini bawa sial, waktunya nggak bagus.”

Padahal, dalam hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

Allah berfirman:

Anak Adam telah menyakiti-Ku; ia mencela dahr (waktu), padahal Aku adalah (pencipta) dahr. Di tangan-Ku segala perkara, Aku yang memutar malam dan siang.”

(HR. Bukhari & Muslim)

Jelas dan tegas Allah menegaskan bahwa sekedar ungkapan yang bersifat celaan atas waktu (baik saat ada momentum, hari atau bulan) dianggap sebagai tindakan yang menyakiti-Nya.

Bayangkan, Sang pencipta waktu itu sendiri yang menyatakan bahwa, mencela waktu sama saja mencela Allah SWT, karena Dialah yang menciptakan waktu dan mengatur segalanya.

Jangan sampai ucapan yang kelihatannya sepele justru mengandung dosa besar bahkan bentuk kesyirikan tersembunyi.

Bulan Muharam adalah bulan pertama dalam kalendar Hijriah (kalender Islam). Sebagai salah satu dari empat bulan suci (asyhur al-hurum), nama Muharam berasal dari bahasa Arab yang berarti “diharamkan” atau “dilarang”, karena pada zaman dahulu umat Islam dilarang keras untuk memulai peperangan atau melakukan perbuatan zalim di bulan ini.

Keistimewaan Bulan Muharram

Alih-alih sebagai bulan kesialan, justru bulan Muharram memiliki keistimewaan sebagai berikut :

  • Bulan Yang Disucikaan : Muharram adalah salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT (selain Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab). Pada bulan ini, umat Islam dilarang keras berbuat zalim atau maksiat, dan amalan baik yang dikerjakan akan dilipatgandakan pahalanya.
  • Syahrullah (Bulan Allah) : Muharram mendapat sebutan khusus dari Rasulullah SAW sebagai Syahrullah (Bulan Allah). Penyandaran nama ini menunjukkan tingkat kemuliaan dan keagungan yang luar biasa, sehingga bulan ini menjadi waktu terbaik untuk bertaubat dan mendekatkan diri kepada-Nya.
  • Keutamaan Puasa Muharram : Puasa di bulan Muharram merupakan puasa sunnah yang paling utama setelah puasa di bulan Ramadhan.
  • Kemuliaan Hari Asyura (10 Muharram) : Di dalam bulan Muharram terdapat Hari Asyura yang menjadi hari bersejarah bagi umat Islam, seperti diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun. Berpuasa pada hari ini (dianjurkan juga berpuasa pada tanggal 9 Muharram/Tasu’a) dapat menghapus dosa setahun yang lalu.

Anggapan bahwa Muharram (atau bulan Suro) adalah bulan sial atau penuh pantangan merupakan mitos yang tidak memiliki dasar dalam Islam. Alih-alih kita terjebak dalam stigma negatif dan salah tentang bulan Muharram. Sebaliknya, Muharram justru merupakan salah satu bulan yang paling dimuliakan dan penuh keberkahan

Yuk, ubah cara pandang kita. Waktu bukan sumber sial atau beruntung. Semua datang dari takdir Allah, dan setiap waktu adalah peluang untuk beramal.

Wallahu a’lam bishawab

SumberShaih Bukhari nomor 4826 dan Shahih Muslim nomor 2246

 

Penulis: Iman SuparmanEditor: Moh Subhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *