banner 728x250

Diduga Mendaki Gunung Bismo Tanpa Izin, Dua Remaja Asal Watumalang Wonosobo Dilaporkan Hilang

Gunung Bismo yang terletak di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah ( Foto : Tangkapan Layar Laman IG kangdolanwsb )

WONOSOBO, OMNI PUBLIKA  – Dua orang remaja asal Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, dilaporkan hilang misterius sejak Selasa (30/6/2026). Keduanya diduga kuat nekat melakukan pendakian ke kawasan Gunung Bismo melalui jalur Dusun Rejosari, Desa Krinjing, tanpa memberikan pemberitahuan atau izin kepada pihak keluarga.

Hingga memasuki hari ketiga pencarian pada Kamis (2/7/2026) sore, tim gabungan yang dikerahkan ke lokasi masih belum menemukan titik terang mengenai keberadaan kedua korban.

Kronologi Kejadian dan Informasi Terakhir

Berdasarkan laporan resmi dari Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) Kecamatan Watumalang, kedua remaja yang diketahui bernama Arifin Nurohmat (18) dan Yufaidin (15) tersebut meninggalkan rumah pada Selasa siang sekira pukul 12.00 WIB. Pihak keluarga mulai merasa janggal setelah keduanya tidak kunjung kembali hingga larut malam.

Camat Watumalang, Arief Hardiyanto, membenarkan adanya laporan kehilangan warga yang ternyata tinggal bertetangga dekat tersebut.

“Jadi awal laporan terduga anak ini pada 30 Juni 2026 pukul 12.00 meninggalkan rumah,” kata Arief Hardiyanto, Kamis (2/7/2026).

Arief menjelaskan, pasca-laporan kehilangan diterima, sempat muncul secercah harapan ketika seorang warga mengaku melihat salah satu dari remaja tersebut berada di sekitar jembatan di bawah desa. Namun, setelah dilakukan pelacakan awal di lokasi itu, keduanya sudah tidak lagi ditemukan. Informasi terakhir yang dihimpun dari pihak keluarga mengarah kuat bahwa mereka menuju ke Gunung Bismo via jalur Krinjing.

Pencarian Hari Ketiga Masih Nihil

Merespons laporan hilangnya kedua remaja tersebut, aksi cepat tanggap segera dilakukan oleh masyarakat setempat, unsur pemerintah kecamatan, RPB, serta aparat keamanan dengan membentuk tim gabungan. Tim langsung bergerak menyisir sejumlah titik krusial yang diduga menjadi jalur lintasan perjalanan mereka.

Namun, medan pegunungan yang menantang dan minimnya petunjuk membuat proses pencarian di lapangan menghadapi kendala. Memasuki hari ketiga, tim penyelamat belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan Arifin maupun Yufaidin.

“Namun hingga saat sore ini, pada jam ini belum ditemukan di posisi mana pun,” pungkas Arief menjelaskan situasi terkini di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus mengupayakan pencarian secara maksimal dengan memperluas radius penyisiran di sekitar lereng Gunung Bismo. Masyarakat setempat juga diimbau untuk segera melapor jika menemukan barang atau petunjuk yang berkaitan dengan kedua remaja tersebut.

 

Penulis: LastriEditor: Omni publika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *