MAGELANG, OMNI PUBLIKA – Limbah ampas kopi yang selama ini belum terolah secara optimal di Dusun Pasanggrahan, Desa Tirto, kini disulap menjadi produk souvenir bernilai ekonomi tinggi. Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK) Ormawa BEM Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Tidar bersama masyarakat setempat sukses menggelar pelatihan pembuatan tatakan gelas (coaster) berbahan dasar ampas kopi.
Kegiatan pemberdayaan berbasis potensi lokal ini berlangsung hangat di kediaman Kepala Dusun Pasanggrahan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, dan diikuti oleh puluhan warga dari berbagai unsur masyarakat.
Inovasi Pengelolaan Limbah Berbasis Potensi Lokal
Dusun Pasanggrahan memiliki potensi pemanfaatan bahan alam dan konsumsi kopi yang cukup tinggi, namun ampas kopi hasil pengolahannya selama ini sebagian besar hanya dianggap sebagai sampah dan dibuang begitu saja. Melihat peluang tersebut, tim PPK Ormawa BEM FE Untidar bersama warga Pasanggrahan berinisiatif mengolah sisa ampas kopi menjadi barang yang memiliki nilai guna dan nilai estetika, seperti tatakan gelas (coaster).

Langkah kolaboratif ini dirancang tidak hanya untuk mengurangi limbah organik, tetapi juga sebagai wadah untuk mengasah keterampilan kreatif masyarakat agar mampu menciptakan produk souvenir unik yang berdaya saing.
Apresiasi Pemerintah Dusun dan Antusiasme Pemuda
Pelaksanaan kegiatan ini mendapat sambutan amat positif dari pemerintah dusun setempat. Kepala Dusun Pasanggrahan, Bapak Kabul Asrori, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas hadirnya inovasi ini. Menurut beliau, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga karena membuka wawasan baru terkait pengelolaan limbah. Limbah ampas kopi yang sebelumnya selalu dibuang tanpa dimanfaatkan, ternyata bisa diubah menjadi produk bernilai seperti tatakan gelas yang menarik.
Senada dengan hal tersebut, antusiasme tinggi juga ditunjukkan oleh kalangan muda. Mas Adi selaku Ketua Karang Taruna Dusun Pasanggrahan mengungkapkan bahwa program ini terasa sangat fresh dan edukatif. Menurutnya, masyarakat dan pemuda setempat baru mengetahui bahwa ampas kopi bisa diolah sedemikian rupa menjadi produk kerajinan yang fungsional dan memiliki potensi jual.
Praktik Kreatif dan Penguatan Pemasaran Digital
Pelatihan ini berhasil membangun sinergi yang erat antarberbagai elemen desa. Suasana kebersamaan tampak jelas dari hadirnya Kepala Dusun Pasanggrahan Bapak Kabul Asrori beserta jajaran, kelompok pemuda Karang Taruna yang dipimpin Mas Adi, ibu-ibu PKK, hingga Kelompok Tani Pasanggrahan yang saling bahu-membahu bersama tim mahasiswa dan volunteer PPK Ormawa BEM FE Universitas Tidar.

Dalam pelaksanaannya, warga diajak langsung mempraktikkan proses pembuatan tatakan gelas. Bahan ampas kopi yang telah dikeringkan dicampur secara presisi dengan cairan resin dan katalis, kemudian dituang ke dalam cetakan silikon hingga mengeras. Setelah jadi, produk dikemas rapi menggunakan kantong ziplock lengkap dengan stiker kemasan agar siap dipasarkan sebagai souvenir khas desa.
Tidak berhenti pada proses produksi, kegiatan ini juga dibekali dengan materi pemahaman digital marketing serta simulasi pengambilan foto produk. Melalui pendampingan ini, diharapkan produk tatakan gelas dari ampas kopi karya warga Dusun Pasanggrahan dapat menjangkau pasar yang lebih luas melalui media digital dan mendukung peningkatan perekonomian lokal secara berkelanjutan.
Sumber : Dimas Alfareza ( Ketua Tim PPK Ormawa Untidar )














