banner 728x250

Bikin Nyesek! Simpan Koper Berisi Rp 1,5 Miliar di Rumah Bedeng, Uang Warga Batang Ini Berakhir Rusak dan Membusuk

Petugas dari KPw BI  Tegal menghitung uang yang rusak milik dokter Ida akibat terendam Rob ( Foto : Tangkapan Layar Laman FB Warta Desa )

TEGAL, OMNI PUBLIKA — Keputusan menyimpan uang tunai dalam jumlah fantastis di rumah berujung pada penyesalan mendalam bagi seorang warga Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Uang senilai sekitar Rp 1,5 miliar milik Ida Murlija ditemukan dalam kondisi rusak parah setelah berbulan-bulan terendam banjir rob di dalam rumah bedeng miliknya.

Kejadian memilukan ini menjadi viral dan perhatian publik setelah korban mendatangi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal untuk meminta bantuan penyelamatan sisa asetnya.

Kondisi mengenaskan uang miliaran tersebut baru disadari pada awal Juni 2026. Berawal saat Ida hendak mengambil sebagian uang di dalam koper untuk membiayai pendidikan anaknya. Namun, alih-alih bisa digunakan, koper yang dibuka justru memperlihatkan pemandangan yang menyayat hati.

Tumpukan uang kertas Rp 100.000 dan Rp 50.000 dalam keadaan basah kuyup, berlumpur, dan membusuk. Lembaran uang tersebut saling melekat erat hingga nyaris menjadi satu gumpalan dan tidak bisa dipisahkan secara manual. Koper tersebut diketahui tak tersentuh sejak Februari 2026, tepat saat banjir rob hebat melanda kawasan pesisir Batang Utara.

“Uangnya terendam sebelum Lebaran. Baru ketahuan saat dibutuhkan,” kata Ida dengan nada penyesalan yang mendalam saat mendatangi KPw BI Tegal, Kamis (2/7/2026).

Alasan Korban Enggan Menyimpan di Bank

Melihat uang hasil penjualan tanahnya pada tahun 2025 itu hancur, Ida dan keluarganya sempat panik hingga menangis histeris. Kepada petugas, Ida mengaku sengaja memilih menyimpan uang tunai di rumah bedengnya karena alasan praktis.

Ia memperkirakan dana tersebut akan segera digunakan dalam waktu dekat untuk berbagai keperluan, sehingga menganggap menyimpannya di bank akan merepotkan proses penarikan. Namun, ia tidak memperhitungkan ancaman alam yang mengintai wilayah pesisir Batang.

“Di wilayah kami, tidak hujan saja bisa rob. Waktu itu (Februari) banjirnya cukup parah,” tambah Ida lesu.

Bank Indonesia Tegal Turun Tangan

Mendengar cerita tragis tersebut, pihak perbankan setempat menyarankan Ida untuk langsung membawa koper berisi uang rusak itu ke Bank Indonesia guna proses identifikasi lebih lanjut. Kepala KPw BI Tegal, Bimala, menyatakan bahwa pihaknya siap mengerahkan tim ahli untuk membantu proses pemisahan dan penyelamatan uang tersebut.

Tantangan Identifikasi Uang Rusak

Mengingat kondisi fisik uang yang sudah sangat memprihatinkan, pemisahan lembaran tidak boleh dilakukan sendiri oleh pemilik karena berisiko robek total.

BI memiliki regulasi ketat mengenai penukaran uang rusak. Secara umum, fisik uang kertas yang dapat ditukar harus memenuhi keterbacaan tanda keaslian uang dan keutuhan fisik minimal 2/3 (dua pertiga) dari ukuran aslinya.

Pentingnya Literasi Keuangan

Peristiwa yang menimpa Ibu Ida menjadi alarm keras bagi masyarakat luas mengenai pentingnya memanfaatkan lembaga keuangan resmi. Menyimpan uang tunai dalam jumlah besar di rumah membawa risiko yang sangat tinggi, di antaranya:

  • Ancaman Bencana Alam: Banjir, kebakaran, hingga kerusakan akibat hama (rayap/tikus).
  • Risiko Kriminalitas: Menjadi target utama pencurian atau perampokan.
  • Penurunan Kualitas Fisik: Uang kertas mudah rusak jika disimpan di tempat yang lembap dalam jangka waktu lama.

Pihak Bank Indonesia kembali mengimbau masyarakat untuk selalu menyimpan dana mereka di rekening perbankan demi keamanan, kenyamanan, dan jaminan perlindungan aset yang lebih pasti.

Penulis: Lastri MeyditaEditor: Omni publika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *