BOJONEGORO, OMNI PUBLIKA – Musibah tak pernah memilih waktu dan tempat. Di tengah padatnya jadwal syiar Islam, dai kondang asal Bojonegoro, KH. Anwar Zahid (yang akrab disapa Abah Anza), mengalami musibah kecelakaan beruntun. Meski mobil yang dikendarainya ringsek akibat dihantam truk, keajaiban dan perlindungan Allah SWT membuat sang ulama tetap bisa melanjutkan langkah dakwahnya.
Sebelum insiden terjadi, Senin berjalan seperti biasa dengan aktivitas Abah Anza yang super padat. Pada Senin Siang – Sore Abah Anza menerima kunjungan hangat dari Kapolres Bojonegoro, AKBP Yenni Diarty, S.I.K., M.H., di kediamannya. Tak berselang lama, beliau langsung mendampingi tim Sukun Bersholawat. Pendampingan ini dilakukan sebagai persiapan menyambut rangkaian acara akbar Gebyar Maulid dan Haul Masyayikh Ponpes Sabilunnajah Simo yang dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu mendatang.
Selesai menuntaskan agenda bersama tim Sukun, Abah Anza tidak beristirahat. Beliau langsung bersiap menempuh perjalanan darat menuju Banjarnegara, Jawa Tengah. Sesuai jadwal, selama dua hari ke depan Abah Anza direncanakan mengisi pengajian di sekitar wilayah Wonosobo dan Banjarnegara. Abah Anza berangkat mengendarai mobil bersama sopir dan santri yang setia mendampinginya.
Petaka terjadi saat rombongan memasuki wilayah Tinggang, Kecamatan Ngraho. Karena adanya proyek perbaikan jalan, arus lalu lintas diberlakukan satu arah sehingga memicu antrean kendaraan yang cukup panjang.
Mobil yang ditumpangi Abah Anza pun berhenti dengan tertib di belakang sebuah truk, menunggu giliran untuk melaju. Namun tiba-tiba, dari arah belakang, sebuah truk berukuran besar melaju dan menghantam keras bagian belakang mobil Abah Anza. Dorongan yang begitu kuat membuat mobil beliau terdorong ke depan dan menabrak bak truk yang ada di depannya.
Mobil yang ditumpangi Abah Anza terjepit di antara dua truk (kecelakaan beruntun), mengakibatkan kerusakan parah pada bagian depan dan belakang mobil. Beruntung, Abah Anza beserta sopir dan santri pendamping dilaporkan selamat.
Mendengar kabar mengejutkan bahwa Abah Anza mengalami musibah, tim dari Pondok Pesantren Sabilunnajah Simo bergerak cepat. Mereka langsung menyusul ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Di lokasi, tampak putra beliau, Gus Bima, didampingi oleh Abd. Rohman (Kepala MTs Plus Sabilunnajah Simo) serta Ikhsan (Asisten Abah Anza) untuk memastikan kondisi sang ulama dan mengurus evakuasi.
Kepedulian juga datang dari pejabat daerah. Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, yang mendengar kabar kecelakaan tersebut langsung bergegas menuju TKP yang memang berada di perbatasan.
Sebagai bentuk penghormatan dan dukungan penuh terhadap syiar Islam, Bupati Arief Rohman langsung menyediakan mobil dinas/pribadinya untuk menjemput dan mengantarkan Abah Anza agar tetap bisa mencapai lokasi pengajian di Jawa Tengah tepat waktu.














