banner 728x250

Gelar Aksi Damai, Peternak di Batang Bagikan 500 Ayam, hingga Layangkan Tuntutan Harga

Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono, didampingi Pejabat Utama (PJU), mendatangi lokasi aksi dan berdialog santai sembari mendengarkan aspirasi para peternak yang sedang beristirahat. ( Foto : FB/PWS )

BATANG, OMNI PUBLIKA – Suasana di Jalan Veteran, Kabupaten Batang, Jawa Tengah mendadak menyita perhatian publik, Senin (10/08/2026). Ratusan peternak dan pekerja peternakan ayam petelur berkumpul menyuarakan jeritan hati mereka yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tepatnya empat bulan terakhir di mana bisnis mereka terus tergerus kerugian.

Aksi yang berlangsung tertib dan kondusif ini diwarnai dengan aksi simbolis membagikan sekitar 500 ekor ayam gratis kepada masyarakat setempat. Pembagian tersebut bukan sekadar aksi sosial biasa, melainkan pengingat getir betapa beratnya beban operasional yang harus ditanggung para peternak saat ini.

Himpitan Harga Jelok dan Pakan Melambung

Joko Pramono, Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Sektor Batang, mengungkapkan fakta mengejutkan di balik aksi ini. Saat ini, harga telur di tingkat peternak merosot tajam ke angka Rp19.000 hingga Rp21.000 per kilogram. Padahal, Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah berada di angka Rp26.500 per kilogram.

Selisih mencapai Rp5.500 hingga Rp7.500 per kilogram ini memaksa peternak berada dalam posisi “seolah memberi subsidi protein murah” secara mandiri tanpa kepastian untung. Di sisi lain, harga pakan tak kunjung turun dan pasokan bahan baku seperti jagung masih tergolong mahal.

Poin Tuntutan Utama Peternak Batang:

  • Stabilisasi Harga: Menyesuaikan kembali harga telur sesuai HAP dan menurunkan biaya pakan serta menjaga kestabilan ketersediaan jagung.
  • Perbaikan Regulasi: Menghapus monopoli impor bahan baku pakan dan mendorong pembentukan Kementerian Peternakan khusus.
  • Penyerapan Pasar Lokal: Menginginkan telur masuk dalam komoditas Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) serta mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyerap hasil panen peternak lokal Batang.

Aksi Damai dan Apresiasi Kepolisian

Konflik ekonomi ini ditanggapi dingin dan persuasif oleh pihak kepolisian. Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono, didampingi Pejabat Utama (PJU), langsung mendatangi lokasi aksi seusai kegiatan untuk berdialog santai sembari mendengarkan aspirasi peternak yang sedang beristirahat.

Dengan pengamanan 191 personel Polresta Batang dibantu puluhan anggota Satpol PP, aksi ini berakhir tertib tanpa kericuhan. Pihak kepolisian mengapresiasi sikap kooperatif peternak dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Jeritan peternak Batang kini menunggu respons nyata dari pemangku kebijakan agar roda perekonomian dan ketahanan pangan berbasis protein di daerah tetap terjaga.

 

Penulis: Lastri MeyditaEditor: Omni Publika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *