Tim SAR membawa Jasad Apin dan Idin yang berhasil dievakuasi dari kawasan air terjun yang berada di sekitar jalur pendakian Dewoduwur. (Foto : FB/Pariwisata Wonosobo)
WONOSOBO, OMNI PUBLIKA – Ikhtiar panjang dan doa yang terus dipanjatkan selama hampir dua pekan terakhir akhirnya menemui titik akhir. Namun, takdir membawa pulang cerita yang berbeda. Apin (18) dan Idin (15), dua pendaki remaja yang sempat dilaporkan hilang misterius selama 13 hari di Gunung Bismo, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Jasad kedua remaja tersebut berhasil dievakuasi dari kawasan air terjun yang berada di sekitar jalur pendakian Dewoduwur. Penemuan ini seketika menyelimuti lereng Bismo dengan kabut duka yang teramat mendalam.
Sejak hari pertama laporan hilangnya Apin dan Idin diterima, operasi SAR langsung digerakkan dalam skala masif. Gunung Bismo, yang dikenal memiliki karakteristik vegetasi lebat, jurang curam, serta perubahan cuaca yang fluktuatif, benar-benar menguji batas kemampuan para relawan.
Selama 13 hari penuh, tim SAR gabungan, personel BPBD, TNI/Polri, hingga masyarakat lokal menyisir setiap sudut gunung tanpa memedulikan rasa lelah.
Hingga akhirnya, pencarian tersebut mengerucut pada sebuah titik di area air terjun jalur Dewoduwur. Mengingat posisinya yang berada di medan sulit dan ceruk yang curam, proses evakuasi jenazah kedua korban menuntut kehati-hatian tingkat tinggi dan strategi yang matang dari tim di lapangan.
Kepergian Apin dan Idin bukan hanya menjadi pukulan telak bagi pihak keluarga dan sahabat terdekat, melainkan juga menorehkan luka emosional bagi seluruh elemen yang terlibat dalam operasi kemanusiaan ini. Ada rasa kehilangan yang magis ketika perjuangan belasan hari di tengah hutan harus berujung pada kenyataan pahit ini.
Apresiasi tertinggi juga patut disematkan kepada seluruh tim SAR gabungan dan relawan yang hingga detik ini masih bersiaga di lapangan. Dedikasi, peluh, dan pertaruhan keselamatan mereka demi membawa pulang kedua korban adalah bentuk nyata dari kemanusiaan yang luhur. Semoga seluruh personel selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran hingga operasi ini resmi ditutup.














