banner 728x250

Langkah Strategis Pelayanan Gizi,  74 Mitra SPPG Batang Resmi Berpaguyuban, 17 Lainnya Absen

Sebanyak 74 dari total 91 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Batang resmi membentuk Paguyuban Mitra SPPG se-Kabupaten Batang. ( Foto : FB/Trie )

BATANG, OMNI PUBLIKA  – Sebanyak 74 dari total 91 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Batang resmi membentuk Paguyuban Mitra SPPG se-Kabupaten Batang. Wadah ini dihadirkan demi menyelaraskan standar operasional serta memperkuat koordinasi antarpenyelenggara program gizi di seluruh wilayah Batang. Meski begitu, momen konsolidasi ini diwarnai catatan khusus karena 17 mitra dapur belum hadir bergabung.

Inisiatif pembentukan forum komunikasi ini mendapat sambutan hangat dari Wakil Bupati Batang, Suyono. Menurutnya, sinergi yang solid antar-pengelola sangat krusial untuk merespons kendala teknis di lapangan secara cepat sekaligus menekan angka aduan dari masyarakat.

“Saya berharap ini menjadi solusi ketika ada persoalan-persoalan untuk segera bisa dikomunikasikan, yang tentunya membuat dampak yang lebih baik, mengurangi kritik masyarakat,” ujar Suyono, Senin (31/8/2026).

Standardisasi Menu dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Selain menekankan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Badan Gizi Nasional (BGN), Pemkab Batang mendorong keseragaman menu harian di seluruh SPPG. Langkah penyelarasan ini dinilai tak hanya menjamin mutu gizi penerima manfaat, tetapi juga langsung memutar roda perekonomian peternak dan petani lokal.

  • Mutu Terjaga: Kualitas dan porsi gizi harian anak-anak penerima manfaat terjamin seragam.
  • Pasar Lokal Terangkat: Komoditas pangan daerah seperti sayur-mayur dan telur terserap optimal.
  • Pengawasan SOP: Seluruh mitra didorong berpedoman pada aturan resmi BGN tanpa ada tekanan dari pemerintah daerah.

“Bagaimana standardisasi makan yang hari itu di seluruh SPPG se-Kabupaten Batang bisa sama. Biar yang sayur, sayurnya laku, telurnya laku. Ini menurut saya lebih bagus,” jelas Suyono.

Pintu Komunikasi Terbuka untuk Mitra Luar Kota

Ketua Paguyuban Mitra SPPG se-Kabupaten Batang, Umar Abdul Jabar, menegaskan bahwa konsolidasi ini bertujuan agar seluruh mitra dapat berjalan secara serentak sesuai regulasi. Mengenai 17 SPPG yang belum bergabung, Umar meluruskan bahwa kendala utamanya adalah keterbatasan komunikasi dengan pengelola yang domisilinya di luar daerah.

“Mitranya banyak yang dari luar kota, jadi komunikasi agak terjadi kendala. Kami tetap membuka komunikasi agar seluruh SPPG di Kabupaten Batang berada dalam satu wadah dan berjalan bersama-sama,” tutup Umar.

Penulis: Lastri MeyditaEditor: Omni Publika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *