Sudaryono dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional oleh Presiden Prabowo pada Rabu ( 22/07/2026 ). ( Foto: FB/Sudaryono )
JAKARTA,OMNI PUBLIKA — Usai resmi dilantik dan dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono langsung menyampaikan pesan tegas mengenai komitmen tata kelola BGN di bawah kepemimpinannya.
Menangani program strategis pemenuhan gizi bagi generasi masa depan bangsa, Sudaryono menegaskan integritas dan transparansi sebagai fondasi utama yang tidak bisa ditawar.
Amanah Besar bagi Masa Depan Bangsa
Dalam keterangannya, Sudaryono mengungkapkan bahwa tugas yang diembannya beserta seluruh tim BGN merupakan amanah besar yang menyangkut langsung kesejahteraan dan kesehatan masyarakat luas.
“Tugas baru datang. Amanah ini besar. Mengurus gizi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia. Dana besar mengalir. Saya tegaskan satu hal utama zero tolerance untuk korupsi. Tidak ada ruang buat hanky panky atau copet-copetan di BGN,” tegas Sudaryono.
Menurutnya, besar alokasi dana program Makan Bergizi Gratis harus sepenuhnya dikembalikan untuk kepentingan nutrisi rakyat, tanpa ada kebocoran sedikit pun di setiap rantai pasoknya.
Perubahan Cara Kerja dengan Digitalisasi dan Transparansi Radikal
Sebagai langkah konkret mewujudkan zero tolerance terhadap tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang, Sudaryono mengumumkan perombakan cara kerja operasional di lingkungan BGN:
1. Digitalisasi Sistem: Pengelolaan anggaran dan distribusi yang dulunya manual kini didorong penuh ke dalam sistem digital secara real-time agar tercatat rapi dan akuntabel tanpa ada celah manipulasi.
2. Keterbukaan Publik: Menghapus kebiasaan “pertemuan remang-remang” di ruang tertutup. Seluruh urusan pekerjaan dan pengadaan barang/jasa wajib dibahas secara terbuka di tempat terang.
3. Keputusan Berbasis Sistem: Menghilangkan praktik nepotisme atau perlakuan khusus berbasis kedekatan personal.
“Jangan harap ada perlakuan khusus meski kenal saya. Semua keputusan berbasis sistem, bukan kedekatan personal,” tambah Sudaryono.
Ajak Masyarakat Ikut Mengawasi
Menyadari besarnya cakupan wilayah dan target penerima manfaat program ini, Sudaryono secara terbuka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi menjadi kontrol sosial.
“Tugas ini berat. Saya dan tim BGN butuh kalian semua. Mari awasi bersama. Bila kalian melihat kejanggalan, laporkan segera. Kami siap mendengar masukan. Wujudkan program makan bergizi gratis bersih dan amanah,” pungkasnya.
Langkah tegas awal kepemimpinan Sudaryono ini diharapkan mampu membangun kepercayaan publik serta menjamin keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis yang bersih, transparan, dan tepat sasaran bagi seluruh penerima manfaat di Indonesia.














