MAGELANG,OMNI PUBLIKA – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEM Fakultas Ekonomi Universitas Tidar (Untidar) melatih masyarakat Dusun Tempel, Desa Tirto, Kecamatan Grabag, Magelang mengolah biji kopi lokal menjadi produk Drip Bag Coffee siap seduh sekaligus membekali strategi pemasaran digital, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan diawali dengan suasana akrab saat tim mahasiswa menyapa dan berdialog langsung bersama warga di Balai Desa Tirto. Dipandu oleh Nanda sebagai pembawa acara, sesi pelatihan dibuka dengan pemaparan konsep produk oleh tim pelaksana, dilanjutkan dengan pendampingan praktik pembuatan kemasan.

Antusiasme warga terlihat tinggi saat diajak mencoba pembuatan drip bag coffee secara langsung satu per satu. Tak sekadar merakit kemasan, para peserta juga mencoba menyeduh dan mencicipi cita rasa kopi hasil olahan mereka sendiri.
Sesi diskusi berlangsung interaktif berbarengan dengan proses praktik. Pak Subero, salah satu warga, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas pelatihan ini. Ia mengaku warga sangat tertarik dan antusias karena inovasi pengolahan kopi semacam ini merupakan hal baru yang belum pernah ada sebelumnya di dusun mereka. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menanyakan rincian modal serta harga bahan baku yang kemudian dijelaskan secara terperinci oleh tim pelaksana.
Menjawab pertanyaan peserta terkait saluran penjualan, tim pelaksana memaparkan bahwa pemasaran digital dapat memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp, Instagram, hingga TikTok. Namun untuk langkah awal, pemanfaatan status WhatsApp pribadi serta penawaran ke kerabat terdekat menjadi strategi paling mudah dan efektif untuk menguji pasar.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan strategi digital marketing untuk menarik pembeli di marketplace. Menanggapi pertanyaan Mas Arif mengenai cara memulai desain kemasan, tim pelaksana menjelaskan bahwa langkah awal dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menentukan identitas khas produk kopi Dusun Tempel, lalu memvisualisasikannya menggunakan aplikasi desain praktis yang ramah bagi pemula.
Acara kemudian ditutup oleh Nanda dan dilanjutkan dengan sesi bincang santai. Dari diskusi tersebut, warga memberikan masukan agar kegiatan pelatihan berikutnya turut melibatkan kelompok ibu-ibu Dusun Tempel yang juga memiliki minat tinggi terhadap pengembangan produk usaha ini.














