MAGELANG, OMNI PUBLIKA – Antusiasme masyarakat Desa Tirto, Kecamatan Grabag, Magelang terlihat dalam kegiatan pelatihan pengolahan kopi bertajuk Coffee Circular: Satu Kopi, Tiga Inovasi yang diselenggarakan oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEM Fakultas Ekonomi Universitas Tidar.(28/08/2026)
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk mengolah potensi kopi secara lebih optimal melalui tiga inovasi produk, yaitu Drip Bag Coffee, Parfum Coffee, dan Alas Gelas Coffee. Tidak hanya memberikan pengalaman praktik, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Sekretaris Desa Tirto, Sukmono, yang hadir mewakili Kepala Desa Tirto yang berhalangan hadir, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap pelatihan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, baik oleh bapak-bapak, ibu-ibu, maupun anggota keluarga lainnya.
Menurutnya, proses pembuatan produk yang diperkenalkan dalam pelatihan relatif mudah untuk dipahami sehingga masyarakat memiliki peluang untuk mempraktikkannya secara mandiri.
“Kegiatan ini bisa dimanfaatkan secara optimal bagi ibu-ibu dan bapak-bapak beserta keluarganya karena prosesnya mudah dibuat dan dipahami. Harapannya, melalui kegiatan ini BUMDes Desa Tirto ke depan dapat dipenuhi dengan berbagai produk olahan hasil karya masyarakat Desa Tirto,” ujar Sukmono.

Senada dengan hal tersebut, tokoh masyarakat Desa Tirto, Darman, berharap keterampilan yang telah diberikan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Ia mendorong masyarakat untuk terus memaksimalkan kemampuan yang diperoleh agar produk-produk tersebut dapat dikembangkan secara lebih luas.
“Pembuatan produk ini bisa dimaksimalkan lagi bersama masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PPK Ormawa BEM Fakultas Ekonomi Universitas Tidar, Dimas Alfareza, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan menjadi akhir dari rangkaian program pemberdayaan yang dijalankan oleh tim.
Menurutnya, masyarakat akan tetap mendapatkan pendampingan setelah pelatihan selesai. Tim PPK Ormawa akan melakukan pendampingan dan pengawasan secara langsung melalui pendekatan door to door ke rumah-rumah warga.
“Kegiatan ini tidak berhenti sampai pelatihan gabungan ini. Ke depan akan tetap ada pendampingan dan pengawasan dari Tim PPK Ormawa yang akan dilakukan secara door to door ke rumah-rumah warga,” jelas Dimas.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menerapkan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mampu membuat produk saat kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat memproduksi dan mengembangkannya secara mandiri.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi masyarakat, peserta nantinya juga akan memperoleh sertifikat pelatihan. Sertifikat akan diberikan setelah seluruh rangkaian program selesai dan masyarakat telah mampu melakukan produksi serta penjualan produk secara mandiri.

Penyerahan sertifikat direncanakan dilakukan secara door to door. Selain untuk menyerahkan sertifikat kepada peserta, metode tersebut juga menjadi bagian dari upaya Tim PPK Ormawa untuk terus menjalin hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat Desa Tirto.
Tidak hanya menghadirkan pelatihan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum peresmian dua kelompok masyarakat, yakni MANTAP (Mandiri Tani Produktif) dan SAKURA (Sejahtera Kelompok Usaha Rakyat).
Peresmian kedua kelompok tersebut disaksikan oleh perwakilan dari seluruh dusun di Desa Tirto. Ndori dipercaya sebagai Ketua Kelompok MANTAP, sedangkan Sofiatun menjadi Ketua Kelompok SAKURA.
Kedua kelompok tersebut secara langsung diresmikan oleh Sekretaris Desa Tirto, Sukmono. Kehadiran kelompok ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kegiatan usaha berbasis potensi lokal.
Selain MANTAP dan SAKURA, pembentukan Kelompok GARDA juga direncanakan menyusul pada pekan berikutnya sebagai bagian dari penguatan kelompok masyarakat dalam keberlanjutan program.
Dalam pelaksanaan praktik, masyarakat mendapatkan pendampingan langsung dari Tim PPK Ormawa sesuai dengan bidang produk masing-masing. Pada praktik pembuatan Drip Bag Coffee, Karel dan Rejoz mendampingi masyarakat mulai dari proses pengolahan hingga tahapan pembuatan produk.
Selanjutnya, praktik pembuatan Parfum Coffee didampingi oleh Dinda dan Bayu. Masyarakat diberikan kesempatan untuk mengenal sekaligus mempraktikkan proses pengolahan bahan menjadi produk inovatif yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Sementara itu, pada praktik pembuatan Alas Gelas Coffee, Adelia dan Jeane turut mendampingi masyarakat dalam setiap tahapan pembuatan produk. Pendampingan dilakukan secara langsung agar peserta dapat memahami proses dan mencoba membuat produk secara mandiri.

Selama kegiatan berlangsung, masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi. Para peserta tidak hanya mengikuti penyampaian materi, tetapi juga mencoba secara langsung seluruh praktik pembuatan produk yang diperkenalkan.
Mulai dari proses pengolahan kopi menjadi Drip Bag Coffee, pemanfaatan ampas kopi menjadi Parfum Coffee, hingga pengolahan kembali bahan tersebut menjadi Alas Gelas Coffee, seluruh produk dicoba langsung oleh masyarakat bersama para pendamping produk.
Antusiasme tersebut menjadi salah satu gambaran semangat masyarakat Desa Tirto dalam menerima inovasi dan mengembangkan potensi yang ada di lingkungan mereka. Ke depan, melalui pendampingan yang berkelanjutan dan penguatan kelompok masyarakat, berbagai keterampilan yang telah diperoleh diharapkan dapat berkembang menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui semangat “Satu Kopi, Tiga Inovasi”, pemanfaatan kopi tidak lagi berhenti pada satu produk. Lebih dari itu, potensi lokal dapat terus dikembangkan melalui kreativitas masyarakat, sekaligus membuka peluang terciptanya produk-produk bernilai tambah dari Desa Tirto.
Sumber : Dimas Alfareza ( Ketua Tim PPK Ormawa BEM FE Untidar )














