banner 728x250

Inovasi Tanpa Batas! Tim PPK Ormawa BEM FE Untidar Sulap Ampas Kopi Jadi Parfum Bernilai Ekonomi High-Class di Dusun Gentan, Magelang

Warga diajarkan langsung cara meracik parfum oleh Tim PPK Ormawa BEM FE Untidar. ( Foto : dok. Omni Publika/Dimas )

MAGELANG, OMNI PUBLIKA – Limbah ampas kopi yang kerap diabaikan kini berhasil disulap menjadi produk bernilai jual tinggi. Terobosan ramah lingkungan ini dibawa oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK) Ormawa BEM Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Tidar (Untidar) melalui program “Sekolah Hutan” di Dusun Gentan, Desa Tirto, Kecamatan Grabag, Magelang pada Sabtu (1/8/2026).

Sejak awal acara dibuka, tim pelaksana langsung menegaskan komitmen pemberdayaan mereka dengan mengumumkan rencana pembentukan kelompok kerja khusus warga. Kelompok ini nantinya akan difokuskan sebagai pionir yang memproduksi parfum kopi tersebut secara berkelanjutan.

Melihat tingginya potensi sumber daya lokal berupa kopi di wilayah tersebut, puluhan warga yang terdiri dari Kelompok Tani, ibu-ibu PKK, dan Karang Taruna Dusun Gentan, Desa Tirto tampak antusias memadati kediaman Kepala Dusun setempat. Ketua PPK Ormawa BEM FE Untidar menyampaikan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh keresahan melihat ampas kopi yang selama ini hanya berujung menjadi limbah. Melalui inovasi ini, limbah tidak hanya direduksi, tetapi diolah menjadi produk kreatif pembuka peluang usaha baru.

 

Dalam pelaksanaannya, warga diajarkan langsung cara meracik parfum oleh Bayu selaku pemateri praktik. Sadar akan pentingnya daya saing di era transformasi digital, tim PPK Ormawa kemudian membekali masyarakat dengan pelatihan Digital Marketing yang dipandu oleh Dinda.

Menariknya, materi yang dibawakan tidak sekadar teori pemasaran dasar. Dinda turut mengenalkan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membantu warga merancang copywriting atau materi promosi media sosial secara praktis dan modern. Selain itu, peserta juga diajak melakukan praktik langsung pengambilan foto produk. Menggunakan properti sederhana, warga diajarkan trik pencahayaan dan sudut pengambilan gambar (angle) melalui kamera ponsel agar parfum kopi hasil karya mereka tampil estetik dan memiliki daya tarik visual saat diunggah ke platform digital.

Antusiasme masyarakat ini turut diamini oleh tokoh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Bapak Slamet Khoribun menegaskan pentingnya konsistensi dari program pemberdayaan ini.

“Harapan saya, dengan adanya praktik ini tidak hanya dilakukan sekali dan berhenti di sini saja. Namun, masyarakat bisa terus memanfaatkan dan memaksimalkan potensi yang sudah ada,” ujar Bapak Slamet.

Dukungan nyata bagi warga untuk memulai produksi juga datang dari pihak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Mbak Ana, perwakilan BUMDes, memberikan angin segar sekaligus jaminan pasar bagi masyarakat yang ingin serius menekuni usaha parfum kopi ini.

 

“Jika masyarakat mau memproduksi secara serius, dari pihak BUMDes siap menampung produk dari masyarakat untuk dijual dan dipasarkan lebih lanjut,” tegas Mbak Ana, yang langsung disambut riuh tepuk tangan peserta.

Menjelang akhir kegiatan, tim pelaksana kembali memberikan penawaran menarik. Mereka menyampaikan akan memfasilitasi penuh siapa saja dari perwakilan warga yang berminat untuk melakukan praktik pembuatan parfum secara mandiri. Tawaran ini mendapat respons yang luar biasa; banyak warga yang menunjukkan minat dan antusiasme tinggi untuk langsung mencoba inovasi tersebut di rumah.

Rangkaian kegiatan yang komunikatif dan edukatif selama kurang lebih tiga jam ini kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan diakhiri dengan senyum semringah seluruh peserta dalam sesi foto bersama.

 

Sumber : Dimas Alfareza ( Ketua Tim PPK Ormawa BEM FE Untidar )

 

Penulis: RedaksiEditor: Omni Publika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *