banner 728x250

Mengukir Sejarah di Panggung Megah, Prestasi Gemilang Sanggar Narazwan Bersama Generasi Muda Pecalungan

Para penari dari Sanggar Narazwan Pecalungan Batang menunjukan aksinya di acara Gelar Tari Jawa Tengah. ( Foto : FB/Sanggar Narazwan )

BATANG, OMNI PUBLIKA –  Langkah-langkah kecil dengan irama gamelan yang mantap menggemaskan panggung bergengsi Gelar Tari Jawa Tengah. Sebuah peristiwa budaya bernilai tinggi baru saja diukir oleh Sanggar Narazwan, yang sukses membersamai para generasi muda dari Sanggar Laras Budhaya Spensap (SMP Negeri 1 Pecalungan) serta Sanggar BUMDes Gombong Sejahtera PKK Desa Gombong.

Sanggar Narazwan di bawah pimpinan Bapak Aziz Dumara, S.Pd sudah banyak mengikuti berbagai Pentas pagelaran salah satunya yang terbaru yaitu Gelar Tari Jawa Tengah pada 25 Juli 2026. Kehadiran para penari muda ini bukan sekadar tampil, melainkan membawakan identitas dan kebanggaan lokal Batang ke pentas tingkat provinsi dengan begitu apik dan memukau.

Pementasan spektakuler ini membawa dua tarian khas yang sarat akan makna dan kekayaan alam lokal, yaitu Tari Sri Gombong Gombong Waterfall dan Tari Batik Indrakila.

Sebanyak 44 penari tampil penuh percaya diri. Luar biasanya, sebagian besar dari mereka baru pertama kali merasakan tampil di panggung megah berskala regional. Namun, semangat, ketekunan, dan disiplin tinggi berhasil menghidupkan setiap gerak tari di atas pentas.

Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari sinergi kokoh berbagai pihak yang memberikan pengawalan dan fasilitas dari awal hingga pertunjukan usai:

  • Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kab. Batang
  • Pemerintah Kecamatan Pecalungan
  • Disperakim Provinsi Jawa Tengah
  • Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT)
  • Sanggar Tari Greget Semarang

Bagi Sanggar Narazwan dan seluruh pihak yang terlibat, dipercaya mendampingi anak-anak hebat ini merupakan sebuah kehormatan yang tiada tara dan tak pernah terbayangkan sebelumnya. Momentum Gelar Tari Jawa Tengah ini menjadi bukti bahwa potensi seni tradisi di tingkat desa dan sekolah mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

Dua karya tari yang dibawakan memiliki nilai strategis untuk terus dilestarikan:

  • Tari Sri Gombong Gombong Waterfall: Mengangkat keindahan dan keagungan potensi alam lokal Desa Gombong.
  • Tari Batik Indrakila: Memperkenalkan kekayaan wawasan kearifan lokal serta keindahan motif batik khas daerah.

Sukses di panggung provinsi hanyalah awal dari langkah panjang. Ke depannya, besar harapan agar kedua tarian ini dapat terus hidup dan lebih intens ditampilkan dalam berbagai event daerah, khususnya di wilayah Kecamatan Pecalungan.

Lebih dari sekadar pertunjukan, karya-karya ini diharapkan dapat disahkan dan dikembangkan menjadi ikon budaya khas Kecamatan Pecalungan, sekaligus menambah perbendaharaan serta kekayaan tari di Kabupaten Batang.

Selamat atas achievement dan kerja keras Sanggar Narazwan beserta seluruh penari dan pendukung! Semangat uri-uri budaya Jawa ini menjadi bukti nyata bahwa seni tradisi akan terus lestari di tangan generasi muda.

Penulis: Lastri MeyditaEditor: Omni Publika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *