BATANG, OMNI PUBLIKA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menunjukkan komitmen tanpa kompromi dalam mengawal jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui Satuan Tugas (Satgas) Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG), Pemkab memastikan akan menindak tegas setiap mitra pelaksana yang berani “bermain-main” dengan standar operasional prosedur (SOP), kualitas bahan pangan, hingga praktik monopoli rantai pasok.
Langkah preventif dan penegakan disiplin ini diambil untuk menjamin makanan yang sampai ke tangan anak-anak sekolah benar-benar memenuhi standar nutrisi yang telah ditetapkan negara.
Kurangi Takaran Sama Dengan Tindak Korupsi
Wakil Bupati Batang sekaligus Ketua Satgas SPPG, Suyono, memberikan peringatan keras kepada seluruh mitra pelaksana agar menjaga integritas. Menurutnya, mengurangi volume atau menurunkan kualitas bahan makanan demi meraup keuntungan pribadi bukan sekadar pelanggaran etika, melainkan tindak pidana korupsi.
“Kalau tidak sesuai SOP, artinya mengurangi dari nilai-nilai yang sudah ditentukan, itu kan bisa menjadi yang bersifat korupsi. Meskipun sedikit, kalau setiap hari dikali satu bulan, itu bisa menjadi nilai korupsi dan temuan hukum,” tegas Suyono usai meresmikan Rakor Suplai Bahan Baku Lokal untuk Dapur SPPG di Aula Bupati Batang, Selasa (4/8/2026).
Suyono menekankan bahwa kejujuran adalah kunci utama keberhasilan program ini. Tujuan akhir dari MBG adalah mencetak generasi penerus yang cerdas dan sehat, sehingga pasokan nutrisinya tidak boleh ditawar.
Berantas Monopoli, Wajibkan Penyerapan Hasil Petani & UMKM Lokal
Selain masalah kualitas pangan, Pemkab Batang fokus pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Seluruh mitra SPPG diwajibkan menyerap hasil produksi dari petani, peternak, dan UMKM lokal di Kabupaten Batang. Praktik monopoli pasokan (supplier) dilarang keras.
Komitmen Pemkab untuk Sirkel Ekonomi Lokal:
- Peternak Ayam & Telur: Wajib dilibatkan dalam rantai suplai protein.
- Petani Sayur: Hasil panen lokal harus diserap secara maksimal.
- Tindakan Tegas: Mitra yang terbukti melakukan monopoli akan langsung dicoret, di-suspend, dan ditutup operasionalnya.
Target 90% Bahan Baku Lokal dan Pengawasan Internal BGN
Ketua Korwil Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Batang, Puji Lestari, mengungkapkan bahwa saat ini penyerapan komoditas lokal terus dipacu. Walau masih ada sekitar 19% pasokan yang mendatangkan dari luar daerah akibat keterbatasan jumlah, pihaknya optimistis angka penyerapan lokal bisa menembus angka di atas 90%.
Terkait mekanis penindakan jika terjadi kendala atau pelanggaran di lapangan, Puji menjelaskan bahwa pengawasan diawali dari jalur internal Badan Gizi Nasional (BGN).
- Pengawasan Internal: BGN memiliki divisi Pemantauan dan Pengawasan yang berhak memproses dan mengevaluasi temuan awal sebelum melangkah ke jalur hukum.
- Kondisi Lapangan: Saat ini operasional SPPG di Batang tergolong aman, kondusif, dan terkendali.
- Langkah Preventif: Mitra, kepala dapur, dan pengawas gizi rutin melakukan kontrol ketat mulai dari proses pengolahan hingga distribusi ke sekolah-sekolah.
Melalui kolaborasi antara pengawasan ketat, integritas pengelola, dan pemberdayaan petani lokal, Kabupaten Batang optimistis program MBG mampu memberikan dampak ganda yaitu menutrisi anak bangsa sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah.














