BANDUNG, OMNI PUBLIKA – Koperasi dinilai tetap menjadi salah satu instrumen strategis dalam memperkuat perekonomian nasional di tengah dinamika ekonomi global dan pesatnya perkembangan teknologi digital. Sebagai badan usaha yang berlandaskan asas kekeluargaan, koperasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemerhati koperasi, Ilham Munazat Bhagea, mengatakan bahwa koperasi saat ini tidak cukup hanya menjalankan fungsi konvensional sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi harus mampu bertransformasi menjadi organisasi ekonomi modern yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menurutnya, digitalisasi koperasi harus mencakup berbagai aspek, mulai dari administrasi keanggotaan, pencatatan keuangan, sistem pembayaran digital, hingga pemasaran produk anggota melalui platform digital. Langkah tersebut diyakini akan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperluas akses pasar bagi para anggota koperasi.
Selain transformasi digital, Ilham juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pengurus koperasi dituntut memiliki kompetensi di bidang manajemen, kepemimpinan, tata kelola organisasi, serta kemampuan membaca peluang usaha di tengah perubahan ekonomi yang semakin dinamis.
“Koperasi harus dikelola secara profesional dengan tetap mempertahankan nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan demokrasi ekonomi. Profesionalisme dan nilai kekeluargaan harus berjalan beriringan agar koperasi tetap dipercaya masyarakat,” jelasnya.
Ia menilai bahwa salah satu tantangan terbesar koperasi saat ini adalah rendahnya partisipasi generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan inovasi program yang mampu menarik minat kaum muda untuk terlibat sebagai anggota, pengurus, maupun pelaku usaha berbasis koperasi.
“Generasi muda memiliki kreativitas, kemampuan teknologi, dan semangat inovasi. Apabila potensi tersebut dapat diintegrasikan ke dalam gerakan koperasi, maka koperasi akan memiliki masa depan yang sangat kuat,” tambahnya.
Di sisi lain, Ilham juga mendorong adanya sinergi antara koperasi, pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan komunitas dalam membangun ekosistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut dinilai akan memperkuat akses pembiayaan, peningkatan kapasitas usaha, hingga perluasan jaringan pemasaran bagi anggota koperasi.
Menurutnya, koperasi memiliki potensi besar menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi daerah karena mampu mengoptimalkan potensi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat secara merata.
“Koperasi bukan hanya badan usaha, tetapi juga gerakan sosial ekonomi yang membangun kemandirian masyarakat. Ketika koperasi tumbuh sehat, maka ekonomi rakyat juga akan semakin kuat dan berdaya saing,” tegas Ilham.
Ia berharap momentum penguatan koperasi di Indonesia dapat dimanfaatkan untuk mempercepat lahirnya koperasi-koperasi modern yang akuntabel, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan anggota. Dengan tata kelola yang baik, pemanfaatan teknologi, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, koperasi diyakini akan menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan ekonomi nasional yang inklusif, tangguh, dan berkeadilan.














