banner 728x250
Sosial  

Kirab Pusaka dan Kebo Bule Kyai Slamet di Kraton Surakarta pada malam 1 Suro

Peserta Kirab malam 1 suro di Kraton Surakarta, ( Foto : Tangkapan layar laman youtube @Dino Andrian )

 

BATANG, OMNI PUBLIKA – Kraton Kasusnanan Surakarta dan Pure Mangkunegaran  sukses menggelar acara Kirab Pusaka malam 1 Suro. Acara ini merupakan tradisi yang rutin dilaksanakan setiap tahun sekali.

Acara diselenggarakan pada Selasa malam, 16 Juni 2026. Prosesi sakral yang diikuti ribuan peserta dan masyarakat ini menjadi pusat perhatian, ditandai dengan kirab pusaka serta arak-arakan Kebo Bule Kyai Slamet.

Ada kirab pusaka ini dilaksanakan di 2 tempat yang berbeda yaitu :

1. Keraton Kasunanan Surakarta

Kraton Kasusnanan Surakarta dilaksanakan pada malam hari, tepatnya Selasa Wage, 16 Juni 2026 pukul 00.00 WIB.

Acara utama di sini yaitu Kirab pusaka keraton dikawal oleh pasukan keraton dan cucuk lampah.

Daya tarik utama prosesi ini adalah arak-arakan kawanan kebau albino keramat, yakni Kebo Bule Kyai Slamet, yang berjalan di barisan paling depan.

Adapun Rute Kirab yang dilalui adalah Mengelilingi kawasan benteng Keraton Solo melewati rute tradisional yang telah ditentukan oleh pihak keraton.

2. Pura Mangkunegaran

Acara Kirab di Pura Mangkunegaran dilaksanakan lebih awal, yakni pada Selasa malam, 16 Juni 2026 pukul 19.00 WIB WIB. Acara Utama disini dikenal dengan sebutan Kirab Pusaka Dalem yang akan diikuti sekitar 2.500 peserta.

Prosesi ini sarat makna spiritual (Laku Tapa Bisu) untuk menyambut Tahun Baru Jawa.

Acara ini bersifat terbuka untuk umum (tidak dipungut biaya) dan dan dihadiri oleh ribuan warga.

Kirab Pusaka Dalem merupakan prosesi arak-arakan pusaka keraton yang dipimpin oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkoenagoro X atau Gusti Bhre, serta diikuti oleh para abdi dalem dan masyarakat.

Dalam prosesi ini, peserta berjalan mengelilingi kompleks Pura Mangkunegaran dalam suasana hening dan tanpa mengenakan alas kaki.

Ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur, sarana refleksi diri, serta doa untuk keselamatan dan kesejahteraan.

Tanggal 1 Sura diperingati sebagai tahun baru dalam kalender Jawa yang bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah.

Tahun ini menandai 1 Sura Be 1960 yang dalam penanggalan Jawa dimaknai sebagai peralihan dari masa ujian dan keteguhan menuju fase refleksi serta penataan ulang diri.

Adapun peringatan 1 Suro di Mangkunegaran tahun ini mengusung tema “Mulih Pulih”, yang berarti “pulang untuk sembuh”.

Tema tersebut menjadi undangan untuk kembali kepada diri sendiri.

Penulis: Lastri MeyditaEditor: Omni Publika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *