banner 728x250

Pindahkan Lokasi ke Subah, Pemkab Batang Optimalkan Rencana Sekolah Rakyat

Pemkab Batang mengadakan Kegiatan Sosialisasi Sekolah rakyat  di Kecamatan Subah, Kabupaten Batang ( Foto : Tangkapan layar laman IG Batang Update )

 

BATANG, OMNI PUBLIKA – Dalam rangka mewujudkan pendidikan yang merata bagi warga Batang, Pemerintah Kabupaten Batang  akan segera membangun Sekolah Rakyat di Desa Clapar Kecamatan Subah.

Rencana sebelumnya sekolah Rakyat akan didirikan di Kecamatn Bandar namun mengingat kalau dKecamatan Bandar saat ini masih masuk LP2B atau lahan pertanian pangan berkelanjutan maka untuk lokasi pembangunan sekolah Rakyat di pindah ke Subah.

Lokasi di Desa Clapar sengaja dipilih karena dinilai lebih siap baik dari sisi tata ruang maupun dukungan untuk infrastruktur dasarnya. Selain itu Clapar merupakan kawasan permukiman perkotaan sehingga jaringan listrik dan PDAM juga sudah mendukung,” ujar Kepala Dinas Sosial Willopo.

Beliau juga menympaikan bahwa  antusiasme warga  Kecamatan Subah  terhadap pembangunan Sekolah Rakyat juga sangat tinggi terutama  masyarakat dan kepala desa clapar yang sangat mendukung pembangunan ini. Tidak dipungkiri Sekolah Rakyat memang sangat dibutuhkan di Kabupaten Bantang mengingat jumlah anak putus sekolah masih cukup tinggi .

Kalau dilihat totalnya ada lebih dari 2.000 anak yang harus kembali melanjutkan pendidikan. Rencananya, Sekolah Rakyat akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 8,3 hektare dan sekaligus akan dilengkapi dengan Sarana dan Prasarananya  mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA.

Kepala  Dinsos Batang WIllopo juga mengatakan “Selain ruang kelas dan asrama, kawasan sekolah juga akan dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai seperti  lapangan sepak bola berstandar nasional. Rencananya untuk SD nanti ada 18 ruang kelas, SMP sembilan ruang kelas, dan SMA sembilan ruang kelas. Selain itu ada juga asrama dan fasilitas pendukung lainnya,” terangnya.

Ia berharap, pembangunan dapat segera direalisasikan sehingga pada tahun ajaran baru mendatang sekolah sudah mulai beroperasi.

Willopo juga menyampaikan, bahwa keberadaan Sekolah Rakyat tidak hanya membantu akses pendidikan bagi masyarakat  yang kurang mampu, namun  juga dapat menggerakkanperekonomian  masyarakat sekitar melalui kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga pendukung lainnya.

Penulis: LastriEditor: Omni publika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *