Para pengunjung sedang menikmati momen langka yaitu Fenomena Embun Upas di Dataran Tinggi Dieng ( 11/6/2026 ) ( Foto : Tangkapan layar laman IG Ismailahmadprasetyo )
WONOSOBO, OMNI PUBLIKA – Fenomena Alam unik kembali menyapa Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah yaitu Fenomena Embun Upas. Fenomena ini menjadikan Dataran Tinggi Dieng serasa seperti Eropa.
Suhu ekstrem hingga minus 1°C yang menyelimuti dataran tinggi Dieng yang membuat hamparan rumput dan tanaman berubah bak diselimuti salju. Keindahan langka ini menjadi magnet wisatawan, namun di saat yang sama membuat petani kentang harap-harap cemas karena ancaman gagal panen akibat tanaman membeku.
Fenomena Embun Upas terjadi mulai awal Juni 2026, suhu di kawasan wisata favorit tersebut turun hingga minus 1 derajat Celsius, membuat rerumputan dan tanaman tertutup lapisan kristal es putih yang menyerupai salju.
Bagi wisatawan, kemunculan embun upas menjadi momen langka yang diburu untuk berburu foto dan menikmati sensasi “salju tropis” di kawasan sekitar Kompleks Candi Arjuna. Fenomena ini biasanya muncul menjelang matahari terbit dan menjadi salah satu daya tarik terbesar Dieng saat musim kemarau.
Namun di balik keindahannya, embun upas menjadi ancaman serius bagi petani kentang dan sayuran. Suhu ekstrem dapat menyebabkan daun membeku, layu, bahkan mati sehingga memicu gagal panen dan kerugian jutaan rupiah. Petani setempat terpaksa meningkatkan kewaspadaan karena fenomena ini diperkirakan masih akan berulang selama musim kemarau berlangsung.
Menurut BMKG, embun es terbentuk ketika langit malam sangat cerah tanpa tutupan awan sehingga panas dari permukaan bumi lepas ke atmosfer. Akibatnya suhu tanah turun hingga mendekati atau melewati titik beku. Fenomena ini lazim terjadi di Dieng pada periode Juni–Oktober.
Bagia kalian yang mau menyaksikan Fenomena Embun Upas secara langsung bisa datang ke Dataran tinggi Dieng pada bulan Juni – Agustus.




