PURWOREJO, OMNIPUBLIKA — Yayasan Ganesha Persada berkomitmen penuh dalam mendukung program strategis nasional yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Komitmen nyata ini ditunjukkan melalui akselerasi pembangunan infrastruktur di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalirejo, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo. Saat ini, SPPG Kalirejo tengah merampungkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik dan sistem purifikasi air terintegrasi guna memastikan seluruh proses produksi makanan memenuhi standar sanitasi dan higienitas tertinggi.
Proyek ambisius ini dirancang untuk mengantisipasi volume limbah cair yang dihasilkan dari aktivitas dapur umum skala besar, yang nantinya akan memproduksi ribuan porsi makanan sehat setiap harinya untuk anak-anak sekolah, ibu hamil, dan menyusui di wilayah sekitar.
Sinergi Manajemen demi Keamanan Pangan Nasional
Pembangunan fasilitas vital ini dikawal langsung oleh jajaran struktural Yayasan Ganesha Persada dan manajemen operasional SPPG Kalirejo serta Mitra Non Yayasan. Sinergi ini memastikan bahwa spesifikasi teknis bangunan dan perangkat filtrasi yang dipasang telah sesuai dengan regulasi lingkungan hidup serta standar kelayakan kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.
Ketua Yayasan Ganesha Persada, Ilham Munazat B, M.M., C.KM., C.PM, menegaskan bahwa investasi pada sistem pengolahan limbah dan air bersih bukanlah komponen sekunder, melainkan fondasi utama dari ekosistem dapur sehat.
”Program Makan Bergizi Gratis dari Badan Gizi Nasional tidak hanya berbicara tentang kuantitas porsi atau kandungan kalori semata, melainkan juga tentang food safety (keamanan pangan) dan keberlanjutan lingkungan. IPAL yang kami bangun ini memastikan hulu hingga hilir operasional SPPG Kalirejo bersih dari kontaminasi,” ujar Ilham Munazat di sela-sela peninjauan proyek.
Detail Teknis Infrastruktur IPAL dan Sistem Purifikasi Air
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, konstruksi IPAL di SPPG Kalirejo menerapkan sistem multi-stage treatment terpadu. Pekerja lapangan sedang merampungkan struktur bak kontrol bertingkat yang menggunakan material batako presisi tinggi dan lapisan semen kedap air (waterproofing).
Sistem pengelolaan air dan limbah di SPPG Kalirejo terbagi menjadi tiga komponen utama yang bekerja secara simultan:
- Bak Sedimentasi & Separator Lemak (Grease Trap): Struktur beton bawah tanah yang berfungsi memisahkan minyak, lemak nabati/hewani, dan sisa makanan padat dari aktivitas pencucian alat masak dapur utama sebelum masuk ke sistem instalasi biologi.
- Tangki Enzimatik / Bio-Digester: Pengolahan lanjutan menggunakan tangki penampungan biru berbentuk silinder horizontal yang berfungsi menguraikan zat organik cair secara anaerobik guna meminimalkan bau dan menurunkan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) serta Biochemical Oxygen Demand (BOD).
- Sistem Filter Multi-Media & Ultrafiltrasi: Di latar belakang, tampak deretan tabung filter vertikal (FRP Filter Tank) dan tabung ultrafiltrasi berwarna biru (sistem Reverse Osmosis atau filtrasi membran mikro). Sistem ini menjamin pasokan air bersih yang digunakan untuk memasak dan mencuci bahan makanan bebas dari bakteri, logam berat, dan mikroba berbahaya.
Dukungan Terhadap Keberlanjutan Lingkungan
Kepala SPPG Kalirejo, Dyno Pasha, menambahkan bahwa dengan adanya instalasi IPAL yang modern ini, masyarakat sekitar tidak perlu khawatir akan dampak lingkungan dari operasional dapur umum SPPG.
”Air sisa buangan yang keluar dari sistem pengolahan dipastikan sudah netral, jernih, dan aman bagi ekosistem maupun saluran drainase warga sekitar. Di sisi lain, air baku yang masuk ke dapur kami diproses dengan filter multi-tahap tersebut sehingga kualitas masakan untuk anak-anak sekolah terjamin mutunya,” jelas Dyno Pasha.
Dengan progres pembangunan yang berjalan cepat dan terukur di bawah pengawasan ketat Perwakilan Yayasan, Untung Budy R, S.E, serta manajemen finansial yang akurat oleh Istirahayu, SPPG Kalirejo Bagelen diproyeksikan siap menjadi salah satu percontohan (pilot project) Satuan Pelayanan yang paling siap, higienis, dan ramah lingkungan dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Purworejo.














