banner 728x250

Pererat Silaturahmi, Jamaah Maulid Desa Gumawang Kecamatan Pecalungan Kabupaten Batang Gelar Wisata Religi ke Makam Wali Songo

Kegiatan Wisata Religi oleh jamaah Maulid Desa Gumawang Kecamatan Pecalungan Kabupaten Batang ke Pulau Panjang Jepara dan Demak ( Foto : dok omnipublik/Lastri )

BATANG, OMNI PUBLIKA – Dalam rangka mempererat silaturahmi dan meningkatkan ketakwaan jamaah Maulid Desa Gumawang Kecamatan Pecalungan Kabupaten Batang mengadakan kegiatan Wisata Religi ke makam Wali songo di wilayah Jawa Tengah pada Minggu ( 10/10/2026 ).

Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat rasa kekeluargaan dan kebersamaan sesama jamaah, selain itu kegiatan ini juga untuk menambah wawasan peserta terutama terkait dengan jejak wali songo di tanah jawa ini.

Ketua Panitia kegiatan ini, Taminah mengatakan “Kegiatan diikuti oleh 50 peserta dengan tujuan pertama adalah makam Syekh Abu Bakar (Al Habib Abubakar bin Ahmad bin Syekh bin Yahya Ba’alawy) di Pulau Panjang Jepara”, ujarnya.

“Setelah ke Pulau panjang nanti akan dilanjutkan ke makam wali songo di Demak” tambahnya.

Makam Syeh Abu Bakar ini merupakan destinasi wisata religi populer bagi peziarah di pulau panjang yang menawarkan pemandangan pasir putih dan hutan tropis. Untuk sampai ke sini  pengunjung harus menaiki perahu  dari Pantai Kartini atau Pantai Bandengan selama kurang lebih 25 menit.

Suasananya yang tenang dan pemandangannya yang masih asri menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Hanya dengan membayar biaya kapal sebesar Rp. 25.000, – dan tiket masuk ke pulau panjang sebesar Rp. 8.000,- pengunjung sudah dapat berziaroh sekaligus berwisata di pulau panjang ini.

Perjalanan dari Batang menuju Pulau panjang membutuhkan waktu yang lumayan lama yaitu sekitar 5 jam, sehingga peserta tidak dapat berlama lama hanya di satu lokasi saja.

Setelah hampir 2 jam di Pulau panjang dan Pantai Kartini perjalanan dilanjutkan ke makam Sunan Kalijogo di Demak. Butuh waktu sekitar 2 jam dari Jepara untuk sampai ke makam Sunan Kalijogo ini.

Seperti biasanya makam dari Sunan Kalijogo ini memang tidak pernah sepi dari peziaroh. Banyak sekali peziaroh yang datang, baik itu dari wilayah Jawa ataupun Luar Jawa. Hal inilah yang membuat pengunjung harus mengantri jika ingin berdoa dekat dengan pemakaman.

Disini peziaroh juga dapat membeli oleh oleh dengan berbagai macam makanan khas Demak seperti Dodol, Jambu, krupuk tahu dll.

Masjid Agung Semarang menjadi tujuan terakhir yang dikunjungi. Masjid Agung ini memang mempunyai daya tarik sendiri bagi para pengunjungnya, Bangunannya yang besar, megah dan mewah sehingga mampu menampung beribu ribu jamaah. Keberadaan Payung besar di halaman masjid dan Menara yang menjulang tinggi menjadi ikon yang membedakan masjid agung Semarang ini dengan masjid yang lainnya. Selain dapat beribadah disini pengunjung Juga dapat ber foto dengan berbagai latar belakang yang menarik.

Tepat pukul 20.30 WIB  para jamaah harus kembali ke armada dikarenakan perjalanan akan dilanjutkan yaitu kembali ke Batang.

Salah satu peserta wisata religi ini, Masruroh mengatakan bahwa dia dan keluarga merasa sangat bersyukur karena dapat mengikuti kegiatan ini.

“Kami merasa bersyukur banget dapat bergabung dan ikut kegiatan ini, semoga tahun depan dapat diadakan lagi kegiatan seperti ini” katanya.

Kegiatan yang menjadi agenda rutinan ini berjalan dengan lancar dan semua peserta merasa puas dan bahagia. Harapannya untuk tahun depan kegiatan ini akan dapat dilaksanakan kembali dengan tujuan yang berbeda.

Penulis: LastriEditor: Omni Publika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *