banner 728x250

Presiden Prabowo Instruksikan Mendikdasmen Percepat Revitalisasi 71.744 Sekolah

Mendikdasmen , Abdul Mu’ti melaporkan pelaksanaan revitalisasi sekolah kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Kamis ( 11/6/2026 ). ( Foto : Tangkapan layar laman Kemensesneg RI )

JAKARTA, OMNI PUBLIKA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menghadiri panggilan Presiden Prabowo Subianto terkait perkembangan program Revitalisasi sekolah yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Beliau menyampaikan bahwa program revitalisasi sekolah tahun 2025 telah terealisasi sepenuhnya dengan mencakup 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

“Revitalisasi sekolah tahun 2025 telah terlaksana 100 persen untuk 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Beliau menyampaikan bahwa untuk tahun 2026, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp14 triliun yang telah mendapat persetujuan DPR RI.

“Anggaran tersebut akan digunakan untuk merevitalisasi 11.744 satuan pendidikan di berbagai daerah” tambahnya.

Selain itu, pemerintah juga berencana menambah cakupan revitalisasi hingga 60.000 satuan pendidikan lainnya. Jumlah total sekolah yang akan direvitalisasi sepanjang tahun 2026 mencapai 71.744 satuan pendidikan.

“Insyaallah akan ada tambahan 60.000 satuan pendidikan, sehingga tahun ini kami akan melakukan revitalisasi untuk 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, mulai dari taman kanak-kanak hingga tingkat SLTA,” jelas Abdul Mu’ti.

Menurutnya, program revitalisasi sekolah tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu pendidikan, tetapi juga memberikan efek positif terhadap perekonomian masyarakat.

Hal tersebut disebabkan pelaksanaan revitalisasi menggunakan sistem swakelola, di mana pembangunan dan perbaikan dilakukan langsung oleh masing-masing satuan pendidikan dengan melibatkan tenaga kerja lokal.

Berdasarkan hal tersebut, pemerintah memperkirakan program revitalisasi sekolah tahun 2026 mampu menyerap sekitar 1,1 juta tenaga kerja di berbagai daerah.

“Kami memperkirakan akan ada penyerapan tenaga kerja sekitar 1,1 juta orang yang dapat bekerja dalam rentang waktu tiga hingga delapan bulan,” katanya.

Penulis: Lastri MeyditaEditor: Omni Publika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *