banner 728x250

Wisata Religi Terpopuler di Kabupaten Batang “Makam Syekh Maulana Maghribi di Blado Kabupaten Batang banyak di kunjungi oleh peziarah”

Para peziarah sedang membaca doa di Makam Auliya Syekh Maulana Maghribi di Desa Wonobodro Kecamatan Blado Kabupaten Batang ( Foto : dok Omni Publika/lastri )

 

BATANG, OMNI PUBLIKA – Kecamatan Blado Kabupaten Batang merupakan kecamatan yang berada di perbatasan antara Kabupaten Batang dan Kabupaten Wonosobo. Kecamatan Blado menawarkan paket wisata komplit bagi pengunjung. Tak hanya bisa menikmati aneka wisata alam, seperti hamparan kebun teh pagilaran dan juga Curug Genting, di Kecamatan Blado pengunjung khususnya yang umat muslim bisa sembari berziarah ke makam Auliya Desa Wonobodro yang dipercaya juga menjadi tempat petilasan dan makam Syekh Maulana Maghribi.

Untuk sampai di Pemakaman ini memerlukan waktu  sekitar 50 menit dari alun-alun Batang. Perjalanan pun nantinya akan melewati beberapa tanjakan yang cukup curam. Pemakaman ini  berada di perbukitan Batang. Namun walaupun begitu jalan menuju pemakaman ini cukup mudah diakses.

Suasana alam yang asri menyambut para peziarah ketika tiba di kompleks pemakaman. Untuk menuju pemakaman, peziarah harus melewati beberapa anak tangga. Meski begitu anak tangga yang ada di sini tidak terlalu menguras tenaga, dan masih bisa dijangkau oleh peziarah lansia.

Biasanya sebelum masuk kompleks pemakaman, masyarakat terlebih dulu akan bersuci. Di sana sudah tersedia dua masjid untuk jamaah putra dan putri.  Masjid jamaah putra memiliki fasilitas kolam mata air asli Wonobodro sehingga menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi peziarah. Disini peziarah tak hanya dapat berwudhu, peziarah juga bisa membawa air dari mata air tersebut untuk didoakan. Mata air di Wonobodro ini pun dipercaya dapat menjadi lantaran barokah bagi para peziarah.

Tak hanya air dari kolam tersebut, biasanya warga ataupun anak kecil sekitar juga sudah menyiapkan botol-botol berisi air mata air untuk dijual. Untuk kemasan sedang biasanya dijual sekitar Rp2 Ribu.  Sementara untuk kemasan air mineral besar dijual sekitar Rp3 Ribu.

Untuk sampai ke pemakaman peziarah harus melewati beberapa anak tangga, Untuk jumlah anka tangganya sendiri tidaklah terlalu banyak. Setelah melewatinya peziarah dapat  melihat area pemakaman yang terbilang bersih dan sangat menyejukkan mata ini. Lokasi pemakaman ini  meski sederhana, bisa dibilang sudah tertata dengan baik dan rapi. Pepohonan yang rimbun turut membuat suasana sekitar semakin menyejukkan mata dan juga hati para peziarah.

Tak hanya Makam Syeikh Maulana Maghribi saja, di kompleks tersebut juga dapat ditemukan makam Ki Ageng Pekalongan dan Ki Ageng Wonobodro. Selain itu juga masih ada beberapa makam Auliya Jawa lainnya yang disemayamkan di sana.

Peringatan haul juga diadakan disini setiap tahunnya yaitu di kompleks pemakaman Auliya Wonobodro dan diadakan secara besar-besaran, tepatnya yaitu  setiap tanggal 13 Muharam. Pada moment ini Wonobodro pun biasanya dipenuhi ribuan peziarah bahkan juga para peziarah dari luar Kabupaten Batang maupun luar Jawa. Biasanya peziarah dari berbagai kota sudah mulai datang memadati  Wonobodro sejak awal bulan Muharam.

Sepulang ziarah, jangan lupa untuk melarisi dagangan para pedagang lokal. Salah satu yang moncer adalah Opak Singkong. Opak singkong ini dijual dalam bentuk mentah ataupun sudah digoreng.  Opak ini dijual mulai Rp5-10 ribu per bungkus. Bahkan tak hanya opak singkong, kini juga tersedia opak kentang sebagai pilihan bagi pengunjung.

Tak hanya opak, tersedia aneka pilihan lainnya. Bagi anda penggemar makanan manis aneka manisan bisa menjadi buah tangan. Selain itu ada kaca ampyang kacang yang manis dan legit.

Penulis: LastriEditor: Omni publika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *