Seorang Guru sedang mengajar di kelas ( Foto : istockphoto )
BATANG, OMNI PUBLIKA – Guru sering kali disebut sebagai pilar utama dalam sistem pendidikan karena dipundak merekalah kualitas generasi bangsa dipertaruhkan.
Namun, dalam realitas dilapangan, kita tidak bisa menutup mata bahwa masih ada guru yang dinilai tidak profesional dalam menjalankan tugasnya, mulai dari metode mengajar yang monoton, kurangnya persiapan administrasi mengajar, dll.
Selain itu bukan hanya soal kemampuan mengajar, tetapi juga sikap, lingkungan kerja, dan kebiasaan sehari-hari sangat berpengaruh terhadap profesionalisme guru ketika mengajar.
Menuduh guru sebagai satu satunya pihak yang bersalah adalah tindakan yang tidak adil, Menjadi tidak profesional adalah sebuah akibat dari rantai masalah yang kompleks.
Berikut adalah 10 penyebab seorang guru menjadi tidak profesional yang sering terjadi yang sudah Omni Publika rangkum dari berbagai sumber :
1. Kurang disiplin
Sering terlambat, tidak menyiapkan pembelajaran, atau meninggalkan kelas tanpa alasan yang jelas membuat wibawa guru menurun.
2. Tidak mau belajar dan berkembang
Dunia pendidikan terus berubah. Guru yang malas mengikuti pelatihan, teknologi, atau metode baru akan tertinggal.
3. Membawa masalah pribadi ke sekolah
Emosi yang tidak terkontrol sering membuat guru mudah marah, membentak murid, atau mengajar tanpa semangat.
4. Terlalu sibuk mencari penghasilan sampingan
Ketika penghasilan sebagai seorang guru dianggap kurang sepadan maka seorang guru akan berusaha untuk mencari penghasilan tambahan atau sampingan. Saat pekerjaan lain lebih diprioritaskan daripada tugas utama sebagai guru, kualitas mengajar bisa menurun.
5. Bermain media sosial saat jam kerja
Fokus mengajar terganggu karena terlalu sibuk membuat konten, scrolling, atau membalas chat ketika jam pelajaran berlangsung.
6. Tidak menjaga etika dan ucapan
Ucapan kasar, mempermalukan murid, atau bergosip dengan rekan kerja dapat merusak citra profesional guru.
7. Pilih kasih terhadap murid
Guru profesional harus adil. Sikap membeda-bedakan murid bisa membuat suasana belajar tidak sehat.
8. Tidak mampu menjadi teladan
Guru yang melanggar aturan sekolah justru akan sulit dihormati oleh murid.
9. Lingkungan kerja yang penuh drama
Konflik antar guru, saling menjatuhkan, dan budaya kerja negatif juga bisa memengaruhi profesionalisme.
10. Kehilangan niat dan panggilan hati
Saat mengajar hanya dianggap rutinitas tanpa rasa tanggung jawab dan kepedulian, kualitas pendidikan ikut menurun.
Guru profesional bukan hanya pintar mengajar, tapi juga mampu menjaga sikap, disiplin, dan keteladanan. Karena murid bukan hanya mendengar apa yang guru katakan, tetapi juga meniru apa yang guru lakukan.
Untuk mengembalikan profesionalisma guru dikelas pembenahan harus dilakukan oleh dua sisi. Pemerintah dan pihak sekolah perlu menyederhanakan beban birokrasi serta menjamin kesejahteraan mereka. disisi lain guru juga harus menyadari kembali esensi mulia profesinya, membuka diri terhadap perubahan dan terus merawat “Api” belajar dalam diri mereka demi masa depan anak didik.


