banner 728x250

Modernisasi Dapur MBG: CV. Aldhi Hans Sejahtera Tekankan Urgensi IPAL demi Keamanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan

JAWA BARAT, OMNI PUBLIKA – Dalam upaya mendukung program penguatan gizi nasional melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang lebih dikenal sebagai Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), standar operasional tidak hanya tertuju pada kualitas bahan pangan, tetapi juga pada manajemen limbah yang dihasilkan. CV. Aldhi Hans Sejahtera (Alhans Corp), perusahaan yang bergerak di bidang solusi infrastruktur dan lingkungan, menyoroti krusialnya peran Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebagai fondasi utama dapur yang higienis dan bertanggung jawab.
Direktur CV. Aldhi Hans Sejahtera, Ilham Munazat Bhagea, M.M., C.KM., CPM, menyatakan bahwa dapur skala besar seperti SPPG menghasilkan limbah cair yang kompleks, mulai dari lemak (grease), sisa organik, hingga residu bahan kimia pembersih. Tanpa sistem pengolahan yang tepat, limbah ini dapat merusak lingkungan sekitar dan menjadi sumber kontaminasi silang.

 

Mengapa IPAL Menjadi Komponen Vital di Dapur MBG?

Keberadaan IPAL di lingkungan SPPG bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan instrumen perlindungan kesehatan publik. Berikut adalah beberapa alasan fundamental mengapa sistem ini wajib diintegrasikan:

  1. Mencegah Pencemaran Sumber Air: Limbah dapur yang langsung dibuang ke saluran drainase umum tanpa filtrasi dapat mencemari air tanah dan sungai. IPAL memastikan parameter seperti Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) berada di bawah ambang batas aman.
  2. Menghindari Penyumbatan Saluran (Fat, Oil, and Grease): Dapur MBG memproses protein dan minyak dalam jumlah besar. IPAL dilengkapi dengan grease trap yang mencegah lemak membeku di dalam pipa yang seringkali menjadi pemicu banjir lokal dan bau tidak sedap.
  3. Menjamin Higienitas Area Pengolahan:  Dengan pengelolaan limbah yang tertutup dan sistematis, risiko perkembangbiakan vektor penyakit seperti lalat, kecoa, dan tikus dapat diminimalisir secara signifikan.
  4. Kepatuhan Terhadap Standar Sanitasi: Untuk mencapai sertifikasi laik hygiene, setiap unit pelayanan gizi harus membuktikan bahwa proses operasionalnya tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

Komitmen CV. Aldhi Hans Sejahtera

Di bawah kepemimpinan Ilham Munazat Bhagea, CV. Aldhi Hans Sejahtera terus berinovasi dalam menyediakan teknologi IPAL yang efisien, ringkas, dan mudah dirawat (low maintenance) agar sesuai dengan ritme kerja Dapur MBG yang sangat dinamis.

“Kami percaya bahwa menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat harus dimulai dari proses yang bersih. Jika hilirnya (limbah) tidak dikelola dengan benar, maka integritas dari seluruh program kesehatan tersebut akan terganggu. IPAL adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan lingkungan kita,” ujar Ilham Munazat Bhagea.

Langkah Strategis ke Depan

Integrasi IPAL di setiap titik SPPG diharapkan menjadi standar baku nasional. Dengan pengawasan ketat dan penggunaan teknologi pengolahan limbah yang mumpuni, Dapur MBG tidak hanya akan sukses dalam memerangi stunting dan meningkatkan gizi, tetapi juga menjadi contoh model bisnis hijau (green kitchen) yang berkelanjutan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *