banner 728x250

Sinergi Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sukaraharja Cianjur Pastikan Kualitas Nutrisi Siswa

CIANJUR, OMNIPUBLIKA – Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat melalui pengawasan ketat di lapangan. Bertempat di Desa Sukaraharja, Kabupaten Cianjur, proses distribusi dan standarisasi gizi bagi para siswa menjadi fokus utama dalam kunjungan pengawasan yang melibatkan berbagai unsur kemitraan dan satuan pelayanan gizi.

Kolaborasi Strategis Lintas Sektor

Kegiatan ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara pihak swasta dan yayasan dalam mendukung program pemerintah melalui  Badan Gizi Nasional. Pengawasan kali ini melibatkan CV. Aldhi Hans Sejahtera, sebuah entitas non-mitra yayasan yang dipimpin oleh Ilham Munazat Bhagea, M.M., C.KM., C.PM. Kehadiran pihak profesional ini bertujuan untuk memberikan perspektif objektif dalam penjaminan mutu operasional di lapangan.
Di sisi lain, aspek sosial dan pembinaan masyarakat dijalankan oleh Yayasan Al Maharat Khasah Mubarak sebagai mitra resmi yayasan di bawah kepemimpinan Dian Andayani, SH. Sinergi ini memastikan bahwa tidak hanya aspek logistik yang terpenuhi, tetapi juga nilai-nilai pemberdayaan masyarakat lokal tetap terjaga.

Operasional SPPG Sukaraharja

Pusat kendali distribusi gizi di wilayah ini berada di bawah naungan Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) Sukaraharja. Kepala SPPG, M. Rezki, menegaskan bahwa setiap paket makanan yang keluar dari armada truk logistik telah melewati pemeriksaan berkala. “Kami memastikan rantai pasok dari dapur hingga ke tangan siswa tetap terjaga suhunya dan higienitasnya. Komitmen kami adalah memberikan yang terbaik bagi generasi masa depan di Cianjur,” ujar Rezki.

Dalam teknis di lapangan, koordinasi distribusi dipantau langsung oleh Deden RS selaku Asisten Lapangan, bersama dengan Ricka Wulandari  yang bertindak sebagai Mitra strategis dalam memastikan ketepatan sasaran penerima manfaat di sekolah-sekolah sasaran.

Fokus Pengawasan: Kualitas dan Ketepatan

Pengawasan yang dilakukan mencakup beberapa parameter krusial:

  1. Kandungan Nutrisi: Memastikan menu harian memenuhi standar kalori dan protein yang ditetapkan.
  2. Ketepatan Waktu: Distribusi menggunakan armada khusus untuk menjamin makanan sampai sebelum jam istirahat sekolah.
  3. Kebersihan Fasilitas: Pemantauan terhadap kebersihan wadah makanan (lunch box) yang digunakan secara berulang (food grade).

Kegiatan ini diharapkan menjadi prototipe bagi wilayah lain di Kabupaten Cianjur dalam mengelola program MBG secara transparan dan akuntabel. Dengan pengawasan yang melibatkan tenaga ahli seperti pimpinan dari CV. Aldhi Hans Sejahtera dan Yayasan Al Maharat Khasah Mubarak, diharapkan efektivitas program dalam menekan angka stunting dan meningkatkan konsentrasi belajar siswa dapat tercapai secara maksimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *